Ya Allah.
Kali ini aku merasa hal aneh menyerangku.
Aku ragu.
Aku akan menyebut ini apa?
Kini datang menghampiri hatiku.
Mengetuk pintu hatiku.
Dan ternyata, Aku Jatuh Cinta.
Ya Allah.
Rasa ini sungguh menyakitkan untukku.
Menyukainya.
Mengaguminya.
Menginginkannya.
Bahkan jatuh cinta dengannya.
Itu membuatku akan memasuki jalan menuju patah hati.
Aku tak bisa membayangkan.
Bagaimana aku bisa menjalani itu semua dikeesokan harinya?
Apalagi jika rasa itu sudah memasuki tahap untuk menghadirkan rindu didalamnya.
Yang tak akan pernah mengerti.
Yang tak mengenal waktu.
Rindu datang dengan sendirinya.
Bahkan disaat aku sudah tak kuat untuk merasakannya.
Air mataku yang harus berbicara dan menjelaskan.
Betapa sakitnya aku bertahan dengan rasa yang masih abu-abu tuk kedepannya.
Ya Allah.
Bagaimana bisa fitrah dari-Mu membuatku tersiksa?
Apakah aku jatuh cinta diwaktu yang salah?
Sungguh, ini mengganggu hati serta fikiranku.
Ya Allah.
Jatuh cinta pada dirinya.
Membuatku lelah.
Lelah bersama rasa yang ingin ku lepaskan.
Dan aku sadar.
Jatuh cinta yang paling tulus adalah antara Engkau dan hamba-Mu.
Sedangkan jatuh cinta kepadanya?
Adalah kesengajaan untuk merasakan apa itu patah hati.
Dan mohon ya Robb, jatuh kan hati ini pada Ia yang Engkau kehendaki untuk mendampingi ku dalam ikatan halal
Untuk kamu ..
yg masih saja menjadi alasanku menulis hingga kini,
yg masih saja nama mu yg kusebut dalam setiap doaku,
kini,
ijinkan aku mencintai mu dengan cara yg berbeda.
ijinkan aku mencintai mu dengan mengikhlaskanmu.
bukan karena rasa ini berhenti atau menghilang.
justru karena rasa ini semakin menguat dan membuatku takut.
aku takut berharap padamu, walaupun kamu tak memberiku harapan.
aku takut kecewa akan dirimu, walaupun aku yg memulai semuanya.
dan yg paling penting aku takut cinta ini akan membuatku menduakan cintaNya.
walaupun aku tau awal rasa cinta ini karena kekagumanku akan cara mu mencintaNya.
kini biarkan ku ikhlaskan rasa ini,
ijinkan aku menyerahkan segala rasa ini kepadaNya.
karena kau pun tau, hanya Allah yg mampu membolak balikkan hati manusia.
.
Bagaimana aku mengungkap cinta
Akupun tak tahu dan tak mengerti
Karena cinta kadang tak selalu sama dengan apa yang terdefinisi
Yang ku tahu hanyalah
Cinta itu mampu membawa kebahagian pada manusia
Jika cinta itu diperlakukan dengan mulia
Tanpa menabrak batas-batas yang telah ditentukan Sang Pemiliknya
Tetapi jika cinta membawa kesedihan
Bukan berarti cinta itu salah
Karena cinta tak pernah menginginkan adanya rasa yang tersakiti
Apalagi sampai menjerumuskan kedalam kegelapan
Tidak ada cinta yang membawa keburukan
Maka jika cinta malah membawa pada kejelekan
Itu bukan cinta melainkan nafsu yang melenakan
.
Sungguh jatuh cinta itu adalah perasaan yang rumit
Terlebih jika terjatuh pada waktu yang tidak tepat
Disaat hati belum mampu memiliki
Dalam sebuah ikatan yang halal atas dasar ridho-Nya
Maka disaat seperti ini
Jangan biarkan hati terangan
Mencintai seseorang dengan jalan yang salah
Karena itu hanya membuat yang tercinta terbelenggu dosa kemaksiatan
.
Teguhkanlah hati atas dasar iman pada-Nya
Maka Sang Pemilik Cinta akan memberi tahumu
Sebuah cinta yang takkan menyakitkan
Sebuah cinta yang takkan hanya bersemi di dunia
Tapi juga akan tetap merekah hingga ke surga
Cinta yang mulia
Yang akan mengajarkan diri untuk meningkatkan ketaatan
Karena bukti cinta adalah ketaatan
Dan ketaatan hanya akan berbuah kebahagiaan
Sir, I'm a bit nervous Tuan, aku agak grogi
'Bout being here today Berada di sini hari ini
Still not real sure what I'm going to say Masih tak yakin apa yang akan kuucapkan
So bare with me please Maka bersabarlah
If I take up too much of your time Jika nanti aku menghabiskan terlalu banyak waktu Anda
See in this box is a ring for your oldest Lihatlah, di kotak ini ada sebuah cincin untuk putri tertua Anda
She's my everything and all that I know is Dia segalanya bagiku dan yang kutahu
It would be such a relief if I knew that we were on the same side Aku akan sangat lega jika tahu bahwa kami punya pandangan sama
Very soon I'm hoping that I... Sebentar lagi aku berharap aku....
CHORUS
Can marry your daughter Bisa menikahi putri Anda
And make her my wife Dan jadikan dia istriku
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life Kuingin dia menjadi satu-satunya gadis yang kucinta selama sisa hidupku
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah Dan memberinya yang terbaik dari hingga saat aku mati
I'm gonna marry your princess Aku akan menikahi putri Anda
And make her my queen
Dan jadikan dia ratuku
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen Dia akan menjadi pengantin paling cantik yang pernah kulihat
Can't wait to smile Tak sabar tersenyum
When she walks down the isle Saat dia susuri lorong
On the arm of her father Dan menggandeng ayahnya
On the day that I marry your daughter Di hari aku menikahi putri Anda
She's been hearing for steps Dia tlah mendengar langkah-langkah
Since the day that we met Sejak hari kami bertemu
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left) (Aku takut sekali berpikir apa yang akan terjadi jika dia pergi)
So don't you ever worry about me ever treating her bad Maka jangan kuatir aku akan tak baik memperlakukannya
I've got most of my vows done so far Selama ini aku selalu penuhi janji
(So bring on the better or worse) (Maka bawalah pada bagian lebih baik atau buruk)
And tell death do us part Dan katakan kematian memisahkan kita
There's no doubt in my mind Tak ada keraguan dalam benakku
It's time Inilah saatnya
I'm ready to start Aku siap memulai
I swear to you with all of my heart... Aku bersumpah pada Anda dengan sepenuh hatiku...
CHORUS
The first time I saw her Pertama kali kulihat dia
I swear I knew that I say I do Aku bersumpah aku tahu bahwa aku kan bilang bersedia
Tak perlu kau balas rinduku dengan rindumu.
Percayalah rindu ini sulit, biar aku saja yang rindu.
Lebih baik kau diam saja di sana, di tempat yang masih Tuhan kita sembunyikan.
Cukuplah aku yang mendo'akanmu dan menunggu penantian kita.
Meski aku tak bisa melihat rupa rindu pada satu wajah.
Tak mengapa meskipun mata ini seperti halnya mendung yang selalu basah.
Sejatinya mendo'akanmu adalah hal biasa, terbiasa sudah.
Karena entah mengapa saat berdo'a untukmu selalu menjadi perkara yang mudah, bagi lidah.
Sekali lagi biarkan mataku selalu basah karena rindu yang sudah lama.
Biarkan perbincangan rinduku ini menjadi hangat karena menantikan pertemuan dengan orang sepertimu.
Entah mengapa aku percaya bahwa rindu ini akan bermuara.
Di satu tempat yang paling dalam dan akan bersemayam.
Yaitu di jantung rindumu, berkumpul bersama do'a-do'a rinduku yang lain.
Untuk pemilik rindu yang masih belum bertemu.
Aku mendo'akanmu dengan makkah sebagai kiblatku.
Kelak kita akan bertemu.
Siapapun kamu yang telah Allah beri restu.
aku tidak pernah memintamu pergi.
karena jujur aku pun belum mampu melepas rasaku.
namun aku hanya meminta engkau menjaga hati,
baik kita dengan jarak sedekat apapun atau sejauh apapun,
aku ingin hatimu terjaga utuh untuk yang satu .
perjalanan ini masih panjang.
ujian masih banyak akan menghadang.
namun bukan karena itu juga aku melepasmu pergi semudah itu,
aku hanya ingin kita sama-sama menanti.
menanti sesuatu yang pasti.
untukku dan kamu.
sesuatu yang ingin kita wujudkan,
agar menjadi sesuatu yang memang sudah kita wujudkan .
engkau tidak tahu,
bagaimana aku yang selalu memperhatikan tingkahmu ketika bersama yang lain .
namun aku belum pantas untuk melarangmu berbicara maupun tersenyum kepada yang lain.
engkau juga tak tahu,
bagaimana gelisahku ketika langkahmu berlari kepada yang lain.
namun kusembunyikan setiap rasa takut,
kerna aku tahu belum saatnya aku menyampaikan rasa itu.
aku menyimpan rahasia dengan baik.
menyembunyi rasa dengan baik.
dan aku seorang penunggu yang baik.
aku hebat dalam hal menunggu .
dan aku akan menunggu,
ketentuan akan aku dan kamu.
semoga jalan cerita seperti yang diangankan.
dan akhir cerita seindah yang dibayangkan .
salam dariku,
seseorang yang hebat dalam hal menunggu
.agust
Ada orang yang diuji dengan pasangannya..
Ada orang yang diuji dengan jodohnya..
Ada orang yang diuji dengan kesehatannya..
Ada orang yang diuji dengan keturunannya..
Ada orang yang diuji dengan kariernya..
Ada orang yang diuji dengan kecantikannya..
Ada orang yang diuji dengan kesulitannya..
Ada orang yang diuji dengan rejekinya..
Ada orang yang diuji dengan kemudahannya..
Ada orang yang diuji dengan kesedihannya..
Jangan pikir hanya kita seorang yang diuji oleh-NYA..
Jangan tanya kepada-NYA, "Yaa Allah, mengapa harus aku..?!? Mengapa semua terjadi padaku..?!?"
Ketika Allah Jalla Wa 'Ala memberi beban dipundak, jangan bertanya mengapa kita diberi yang berat..
Tetapi mintalah agar pundak kita mampu untuk memikulnya..
Yakinlah akan ada KEMUDAHAN setelah KESULITAN..
Allah 'Azza Wa Jalla memberi kita ujian ini karena Allah Jalla Wa 'Ala mengetahui bahwa kita mampu..!
Tetaplah istiqamah meski iman kita kadang melemah..
Jangan pernah menghindar..
Jangan pernah lari..
Hadapi semua ini dengan Tawakkal..
Nikmati semua ini dengan Istighfar..
Mungkin ini kasih sayang Allah Tabaraka Wa Ta'ala dalam bentuk nikmat yang lain..
Insyaa Allah..Barokallahu Fiikum.
Saat aku berjalan jauh dari duniamu, tak pernah dipungkiri masih ada rindu yang terletak didalam hati ini.
Apakah kau tahu?
Keikhlasan itu tak ada yang tau makna sebenarnya bahkan disurah Al-Ikhlas pun tak ada disebut kata ikhlas didalamnya.
Disini, aku masih berdiri dengan rasa yang menghantuiku.
Seandainya jarak ini menjadi alasan untuk tak bisa bertemu dan bertegur sapa denganmu mungkin hatiku tak sesakit ini.
Rindu.
Hanyalah sebuah ekspektasi yang masih membatu direlung jiwa entah apa
yang bisa membuatnya terkikis perlahan-lahan agar menjadi dedebuan.
Ketika merindukanmu, aku tak pernah tau sampai kapan rasa ini hadir
untukmu.
Jarak menghukum diri ini agar tak bersua denganmu, dan ku
syukuri itu semua.
Jarak juga membuatku tak harus memperlihatkan air mata ini
dihadapanmu yang sejatinya hadir untuk sosok yang aku rindukan.
Harapanku ini hanya sebatas kefanaan yang dapat ku junjung tinggi lewat
do'a-do'a yang ku curahkan dihadapan sang Ilahi. Maka maafkan aku, jika
merindukanmu.
Maaf, aku menyeretmu didalam hati serta do'aku dihadapanNya.
Iblis atau setan
merupakan mahluk Allah sama seperti kita manusia, akan tetapi manusia berbeda
dengan Iblis, mulai dari pembuatan hingga tujuan hidup didunia, Iblis terbuat
dari api neraka sedangkan manusia terbuat dari tanah.
10 Permintaan Iblis yang dipenuhi Allah
Nabi Adam merupakan
manusia yang pertama kali hidup didunia ini, sejak sebelum diciptakan Nabi Adam
sebenarnya Iblis telah tercipta terlebih dahulu. Hal tersebut terlihat ketika
Nabi Adam diturunkan ke muka bumi ini. Nabi Adam diturunkan ke muka bumi karena
Iblis telah mampu menggoda Nabi Adam akan berbuat tercela, sehingga Allah
menjadi murka dan menyuruh Nabi Adam untuk beribadah kepada Allah dengan
menurunkan Nabi Adam ke bumi.
Tugas Iblis dalam
menggoda manusia seperti yang tercermin pada kisah Nabi Adam akan terus
bergulir selama manusia hidup di dunia ini hingga akhirat nanti. Iblis menggoda
manusia karena Iblis mencari teman untuk diajak ke Neraka Jahanam. Godaan Iblis
kepada manusia ada banyak sekali mulai dari godaan na*fsu hingga godaan-godaan
yang kecil, semua godaan tersebut akan membuat manusia berbuat tercela sehingga
akan menimbulkan dosa. Dosa tersebut akan membuat manusia masuk kedalam Neraka.
Walaupun Iblis
sangat dibenci oleh Allah SWT akan tetapi Iblis mempunyai sebuah permintaan
kepada Allah dan akhirnya Allah mengabulkan permintaan tersebut. Jika Anda
penasaran berikut ini 10 permintaan iblis yang dipenuhi Allah.
1. Iblis meminta
agar manusia berbagi dengan hartanya, seperti manusia tidak mezakatkan
hartanya, makan dari riba dan Iblis ingin masuk kedalam makanan yang tidak
disebutkan nama Allah.
2. Iblis meminta
agar dirinya untuk selalu ikut bersama dengan orang-orang yang berhubungan
suami atau istri tanpa perlindungan dari Allah (Zi*na).
3. Iblis meminta
kepada Allah agar mereka diikutkan bersama dengan orang-orang yang melakukan
perjalanan tanpa tujuan yang baik.
4. Iblis meminta
kepada Allah agar kamar mandi yang digunakan manusia sebagai rumahnya.
5. Iblis meminta
kepada Allah agar pasar dijadikan sebagai masjidnya.
6. Iblis meminta
kepada Allah agar Syair dijadikan sebagai Al-Qur’anya.
7. Iblis meminta
kepada Allah agar orang-orang yang mabuk dijadikan teman tidurnya.
8. Iblis meminta
kepada Allah agar diberikan saudara, yaitu bagi manusia yang membelanjakan
harta untuk jalan maksiat itulah saudara Iblis.
9. Iblis meminta
kepada Allah agar mereka tidak bisa dilihat manusia, akan tetapi mereka bisa
melihat jelas manusia.
10. Iblis meminta
kepada Allah agar mereka bisa masuk kedalam aliran darah manusia dan menggoa
manusia untuk berbuat tercela.
Nah itulah beberapa
permintaan Iblis yang telah dikabulkan oleh Allah, semua permintaan tersebut
jika kita pahami lebih mendalam, kita akan mendapatkan sebuah pelajaran yang
sangat besar, yakni Iblis selalu berada disekitar kita dan menggoda kita untuk
selalu berbuat maksiat.
Fakta-fakta Besar tentang KA'BAH Yang Disembunyikan Dunia
Ka’bah merupakan sebuah kiblat bagi muslimin untuk menentukan arah mereka
bersujud. Ka’bah juga digunakan oleh banyak orang untuk tempat
menunaikan ibadah haji.
Namun tahukan Anda bahwa sebenarnya Ka’bah memiliki fakta yang besar dan
disembunyaikan dari mata dunia? Berikut ini fakta-fakta unik dan besar tentang
Ka'bah yang disembunyikan dari dunia yang mungkin anda belum
ketahui.
Foto KA'BAH di Mekkah
1. Ka’bah merupakan pusat bumi
Prof. Hussein Kamel merupakan seseorang yang telah membuktikan bahwa
pusat bumi berada di Ka’bah atau di Mekkah. Hal ini bermula ketika Prof.
Hussein membuat melakukan sebuah penelitian tentang pusat bumi, dari penelitian
tersebut menggambarkan sebuah lingkaran yangberbentuk membujur,
setelah sisi dari lingkaran tersebut diukur dengan teliti dan diambil garis
tengah kemudian didapatlah sebuah pusat bumi yang ternyata terletak di Ka’bah
atau Mekkah, fakta yang memperkuat hal ini adalah dengan foto satelit
yang muncul pada di tahun 90an. Dalam foto tersebut terlihat
semua benua yang terdapat dibumi seolah-olah menunjukan bahwa condong kearah Mekkah, di lain sisi bangunan tersebut juga tertata dengan sangat rapi di sisi pulau negara Arab Saudi.
2. Mekkah atau Greenwich?
Bersadarkan pertimbangan bahwa Mekkah merupakan pusat dari bumi, hal
inilah yang menjadi perdebatan panas selama 4 dekade terakhir, ada sesorang
yang menyatakan bahwa Mekkah merupakan pusat waktu seluruh dunia karena berada
di pusat bumi, ada juga yang berpendapat bahwa Mekkah bukanlah pusat waktu,
akan tetapi Greenwichlah yang merupakan pusat waktu.
Akan tetapi yang jelas Mekkah tidak dilewati oleh garis GMT, karena
Mekkah merupakan nol bujur sangkar sehingga tidak dilalui oleh garis Greenwich
yang dimulai dari Inggris, namun apabila Mekkah dijadikan pusat dari waktu,
maka kaum muslimin akan lebih mudah dalam melakukan ibadah sholat.
3. Ka’bah merupakan pusat lapisan langit
Lapisan langit yang terdapat di alam semesta ada 7 lapisan, mulai dari
lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi hingga lapisan terluar, lapisan
langit tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda, namun memiliki fungsi untama
yang sama yakni menangkal semua efek buruk yang berdampak pada kerusakan bumi
seperti meteor jatuh, asteroid jatuh dan masih banyak lagi.
Jika Ka’bah merupakan pusat dari bumi, maka secara otomatis juga
merupakan pusat dari lapisan langit, sehingga jika ditarik garis secara tegak
lurus dari Ka’bah ke langit maka akan didapatkan sumbu atau pusat lapisan
langit.
Nah itulah beberapa fakta besar dari Ka’bah yang terletak di Mekkah, kita
sebagai kaum muslimin tentunya harus bisa bersenang hati, karena rumah Allah
dibumi (Ka’bah) merupakan peninggalan terbesar dan memiliki banyak misteri yang
belum bisa terpecahkan hingga sekarang ini.
3 Rahasia Besar yang Disampaikan Iblis Kepada Nabi Musa
Dikisahkan dalam sebuah hadistbahwa iblis pernah mengunjungi Nabi Musa.
Iblis tersebut mengunjungi Nabi Musa untuk meminta bantuan agar dirinya tidak
dimasukan kedalam Neraka Allah, karena Iblis sudah tahu menderitanya jika masuk
kedalam
neraka.
Sosok Iblis
Iblis dimasukan kedalam Neraka karena dahulu Iblis sangat
mengedepankan egonya, Iblis tidak mau sujud didepan Nabi Adam, karena Iblis
menganggap bahwa derajatnya lebih tinggi dari pada Nabi Adam, Iblis diciptakan
dari api sedangkan Nabi Adam diciptakan dari tanah, hal inilah yang mendasari
Iblis tidak mau sujud kepada Nabi Adam, karena hal tersebut Allah murka dan
menguntuk para Iblis dan keturunanya untuk masuk kedalam Neraka dihari akhir
nanti.
Namun salah satu Iblis tersebut takut masuk
kedalam Neraka, Iblis satu ini mendatangi Nabi Musa dan meminta Nabi Musa untuk
bertanya kepada Allah, apa yang harus dilakukan Iblis agar tidak masuk Neraka,
kemudian Nabi Musa bertanya kepada Allah dan mendapatkan jawaban, setalah
keesokan harinya Iblis datang dan meminta jawaban tersebut kepada Nabi Musa,
lalu Nabi menjelaskan “Jika Engkau (Iblis) memang ingin bertaubat, Allah
perintah padamu supaya Engkau sujud di kuburannya Nabi Adam”, mendengar akan
hal tersebut kemudian Iblis sangat marah dan berkata “Dulu ketika Nabi Adam
masih hidup, Aku tidak mau sujud! Apalagi sekarang Adam telah jadi tanah!
Tidak, aku tidak mau sujud di kuburannya Nabi Adam!” (inilah yang menjadikan
Allah mengqodarkan para Iblis untuk masuk kedalam Neraka).
Kemudian sebelum Iblis meninggalkan Nabi Musa,
Iblis berkata “Hai Musa, karena kamu telah baik dan mencoba menolongku, maka
sebagai balasannya, aku akan menyampaikan 3 rahasia kepadamu Musa”.
Rahasia Pertama
“Tahukah Kamu Musa, kenapa manusia bisa
marah-marah hingga sangat marah sekali ? Penyebabnya adalah Akulah yang sedang berada di hatinya. Aku dapat masuk kedalam pembuluh darah manusia”
Penjelasan: hal ini berarti Iblis sudah membuat
atau menggoda manusia untuk selalu marah, dalam sebuah hadist Nabi pernah
berkata “Janganlah marah...3x” selain itu Nabi juga mengajarkan oleh orang yang
sedang marah untuk membaca ta’awud agar Iblis penggoda dapat menghilang.
Rahasia Kedua
“Tahukah kamu Musa mengapa ketika orang-orang
Iman pergi berperang, lalu diantara orang yang beriman itu ada yang lari meninggalkan
perang? Itu karena Akulah (Iblis) yang mengingatkan mereka akan harta, dan keluarganya
yaitu anak dan istri yang mereka tinggalkan di rumah”
Penjelasan: salah satu dosa besar bagi para
muslimin adalah meninggalkan perang, sekarang ini perang dapat disimulasikan
sebagai sebuah tugas, apabila seseorang telah meninggalkan tugasnya maka
seorang tersebut telah terpengaruh dengan Iblis.
Rahasia Ketiga
“Tahukah kamu Musa, bahwa ketika ada dua orang
laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya berkumpul, maka Akulah orang
ketiga yang sebenarnya di antara mereka dan Aku telah menggoda mereka sampai
mereka melakukan zi*na”
Penjelasan: dari rahasia tersebut maka kita
dapat menyimpulkan bahwa seorang lawan jenis yang sedang berduaan saja hukumnya
haram, karena orang ketiga dari mereka adalah Iblis yang akan menjerumuskan
kedalam perzin*aan.
Nah itulah 3 rahasia besar yang disampaikan
iblis kepada nabi musa, kita sebagai manusia harus bisa menjaga diri agar tidak
tergoda oleh Iblis dan terjerumus kedalam Neraka Allah seperti yang telah
diQodarkan Allah kepada seluruh umat Iblis.
Bisa
jadi dan sangat mungkin ayah adalah sosok tak berilmu, tak hafal dan
paham al-Qur’an, dan tak pernah duduk di majelis ilmu. Dan barangkali
begitu pula dahulu keadaan leluhurnya walaupun pelaksanaan kewajiban
shalat, zakat, dan lainnya tetap terlakasana.
Ayah pula adalah sosok yang berterik mentari di luar sana, bekerja di
ladang. Keringatnya selalu saja membasahi pakaiannya untuk tetap
menjadi penopang ekonomi keluarga sehingga tak berkesempatan mengajak
atau mengajarkan engkau ayat-ayat langit, kalam-Nya yang mulia.
Atau ianya adalah sosok selalu tersapu oleh udara AC dalam ruangan
untuk bergulat dengan lika-liku pekerjaan kantor yang menumpuk demi
mencari sesuap nasi untuk keluarga. Hanya lemah dan letih tersisa di rumah. Ujungnya, dahulu, pendidikan agamamu begitu terabaikan, tak tersentuh.
Dan kini, ayah hanya menjadi kenangan
tersimpan apik dalam album memori karena Allah berkehendak bahwa dialah
yang lebih dahulu menghadap Rabb alam semesta.
Tetapi itu adalah ketetapan langit dan telah terjadi. Ingatan masa
lalu yang membulirkan air mata tak akan pernah sedikitpun mengubah
suratan takdir selamanya. Biarlah, biarlah itu menjadi alur masa silam
yang telah terkisahkan untuk menjadi momen berharga di hari ini dan di
hari esok sambil menggerombolkan do’a untuk ayah dan para leluhurnya.
Lebih dari itu, ada segenggam tugas yang tersirat dalam petikan
takdir, sebuah PR di akhir zaman ini untuk menjadikan diri lebih
berkualitas dan berkemilau dari segi ilmu sebagai bekal terindah dan
berharga untuk anak-anak kita kelak. Sehingga
mereka tak hanya berada dalam pangkuan dan semata buaian namun larut jua
dalam pendidikan kita sebagai ayahnya, sebagai ustadznya.
Jika menengok cermin mutiara masa lalu yang indah bercahaya nan harum semerbak, didapati tak sedikit para ulama lahir dari madrasah dan didikan berkualitas sang ayah.
Ahmad bin ‘Abdul Halim namanya yang lebih tenar dengan panggilan Ibnu
Taimiyyah, sang Syaikhul Islam yang karya-karyanya melintasi dimensi
waktu. Ianya adalah mutiara dan bintang zaman yang terdidik apik dalam
mercusuar ilmu sang ayah.
Mata kami terkagum terkagum dan berbinar
karena ianya adalah keluarga bintang yang menyinari cahaya Islam dengan
wasilah ilmu. Tentang keluarganya, para ulama menyebutkan:
كان جده كالقمر وكان أبوه كالنجم وكان هوا كالشمس
“Seperti rembulan kakeknya, bak bintang ayahnya dan Ibnu Taimiyyah sendiri ibarat mentari.”[1] Para ulama menyebutkan dalam biografi Ibnu
Taimiyyah bahwa diantara ratusan gurunya, ilmu sang ayah lah yang paling
banyak ia serap.[2]. Kakek dan ayahnya adalah seorang ulama dan mereka
saling mewarisi ilmu turun temurun dalam keluarga. Sang ayah menjadi
ustadz sang anak dan sang anak menjadi murid sang ayah. Begitu pula para salaf dahulunya, anak-anak mereka
adalah murid pertama dan utama yang menjadi objek pengajaran di rumah.
Dengan kata lain, mereka adalah guru dan ustadz untuk anaknya
masing-masing, tak semata hubungan anak dan ayah. Kami menemukan ungkapan imam Malik yang
mengisahkan keindahan pengajaran para salaf untuk buah hati di rumah
mereka. Imam Malik mengatakan:
كان السلف يعلمون أولادهم حب أبي بكر وعمر كما يعلمون السورة من القرَآن
“Dahulunya para salaf mengajarkan anak-anak
mereka untuk mencintai Abu Bakr dan ‘Umar sebagaimana mengajarkan surat
dalam al-Qur-an.”[3] Mereka telah mampu menciptakan episode dan
kenangan terindah bagi anak-anak untuk menjadi bekal mengarungi
kehidupan. Dan ini tumbuh dari dorongan iman jauh sebelum menikah bahwa
anak-anak mestilah menjadi murid bagi sang ayah. Beranjak lebih dekat lagi ke zaman nubuwwah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
suatu ketika menyebutkan akan ada hari-hari di akhir zaman nanti dimana
ilmu lenyap terangkat, lantas para sahabat bertanya keheranan:
كيف يذهب العلم وقد قرأنا القرآن وأقرأناه نساءنا وأبناءنا
“Bagaimana mungkin ilmu lenyap sementara kami
membaca al-Qur’an dan kami membacakannya (mengajarkannya -ed) untuk
istri dan anak-anak kami?”[4] Kepada sang Nabi shallallahu‘alaihi wasallam,
para sahabat mengungkapkan aktifitas ilmiah mereka di rumah bahwa
mereka membaca dan mengajarkan al-Qur’an kepada anak-anak. Tersirat
bahwa mereka adalah ustadz dan mu’allim (pengajar) bagi buah hati.
Sungguh kita tersadar, diriini bukanlah sosok Ibnu
Taimiyah yang tumbuh dalam didikan dan pendidikan ‘Abdul Halim,
ayahnya, hingga ia tumbuh menjadi mutiara pengemilau zaman hingga hari
ini. Kita pun bukan ‘Abdul Halim seorang ulama
yang tumbuh dalam didikan dan pendidikan kakek Ibnu Taimiyyah yang
berilmu dan mampu mendidiknya hingga ia menjelma menjadi ulama.
Tetapi harapan yang terkomposisikan dengan do’a dan usaha untuk
menjadi ayah yang baik sekaligus ustadz bagi buah hati kelak akan selalu
ada karena detak jantung ini masih berdegup dan ruh masih berada dalam
raga. Biarlah ingatan masa lalu bahwa “ayahku bukan ustadzku”
terkenang dalam memori saja karena telah menjadi suratan takdir. Lalu
diri berjanji sepenuh hati, kelak akan menjadi panutan bagi anak-anak
guna berusaha menyelamatkan mereka dari api akhirat, tak hanya dari api
dunia; dan menjadi pengajar agama buat mereka, tak hanya menjadi semata
ayah dalam talian hubungan darah. Siap menjadi suami dalam balutan bingkai pernikahan sejatinya siap menjadi guru bagi istri dan anak-anak. Maka “Anakku adalah muridku” mesti terpatri dalam hati semenjak kini walaupun diri tak tahu kapan ia menggenapkan separuh agamanya.
End Notes:
[1] Lihat Taisiyr Rabb al-Bariyyah fiy Syarh al-Aqidah al-Wasithiyyah, Dar Ibnu Jauziy, Saudi Arabia, hal 9
[2] Ibid
[3] Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnnah, juz 7, hal 1240, dalam Kun Salafiyyan ‘alal Jaddah.
[4] Lihat Shahih Washaya ar-Rasul, hal 256, jilid 1, Dar at-Taufiqiyah li at-Turats, Mesir.
Bismillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Suatu fenomena yang menyedihkan, banyak di antara kaum muslimin yang
masih asing dengan kalender mereka sendiri, bukan hanya orang awamnya,
namun juga thalabatul ‘ilmi (penuntut ilmu agama) di antara mereka. Padahal di dalam penggunaan kalender Hijriyyah terdapat banyak barakah
dan keuntungan. Sayangnya, banyak dari kaum muslimin tidak mengetahui
keuntungan-keuntungan yang didapatkan dengan penggunaan kalender
Hijriyyah dalam kesehariannya. Nah, berikut enam keuntungan yang bakal
Anda dapatkan jika Anda menggunakan kalender Hijriyyah,
1. Menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Ketauhilah,berkalender Hijriyyah merupakan perintah Allah, hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah Bulan
sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji”(QS. Al-Baqarah: 189).
Sisi pendalilan
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan hilal (bulan sabit) sebagai tanda mulai dan berakhirnya bulan, maka dengan munculnya hilal dimulailah bulan baru dan berakhirlah bulan yang telah lalu. Dengan demikian, hilal-hilal itu sebagai patokan waktu dalam kehidupan manusia dan ini menunjukkan bahwa hitungan bulan adalah Qamariy (berdasarkan peredaran bulan) karena keterkaitannya dengan peredaran bulan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,“Maka Dia (Allah) mengabarkan bahwa hilal-hilal itu adalah patokan waktu bagi manusia dan ini umum dalam setiap urusan mereka, lalu Allah menjadikan hilal-hilal
itu sebagai patokan waktu bagi manusia dalam hukum-hukum yang
ditetapkan oleh syari’at, baik sebagai tanda permulaan ibadah maupun
sebagai sebab diwajibkannya sebuah ibadah dan juga sebagai patokan waktu
bagi hukum-hukum yang ditetapkan berdasarkan syarat yang dipersyaratkan
oleh seorang hamba.
Adapun dalil yang menunjukkan bahwa berkalender Hijriyyah merupakan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,
إذا رأيتم الهلال فصوموا وإذا رأيتموه فأفطروا فإن غم عليكم فاقدروا له
“Apabila kalian melihat hilal (awal Ramadhan) maka berpuasalah,
dan apabila kalian melihatnya (pada akhir bulan) maka berbukalah (Idul
Fithri). Maka apabila (pandangan) kalian tertutupi mendung genapkanlah
bulan dengan tiga puluh“(HR. Al-Bukhari 2/674, Muslim 2/762).
Sisi pendalilan
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan akhir bulan Sya’ban dan masuknya bulan Ramadhan dengan melihat hilal dan diqiyaskan dengan hal ini bulan-bulan yang lain. Fadhilatusy Syaikh Dr. Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Jibrin rahimahullah berkata, “Aku wasiatkan kepada umat ini dan pihak yang berwenang di
negeri kaum muslimin di manapun berada untuk berpegang teguh dalam
penanggalan mereka dengan kalender Hijriyah dalam rangka menjalankan
perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan dalam rangka berpegang teguh dengan Sunnah Khulafa ar-Rasyidin dan Ijma’ (kesepakatan) sahabat, dan sebagai bentuk kebanggaan dengan apa yang telah disyari’atkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala” (Istikhdamut Tarikhil Miladi,http://www.dorar.net/art/223).
2. Berpegang Teguh Dengan Sunnah Al-Khulafa Ar-Rasyidin dan Ijma’ Sahabat
Berkalender Hijriyyah merupakan bentuk berpegang teguh dengan Sunah Khulafa Ar-Rasyidin dan Ijma’ sahabat, mengapa?
Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata dalam Shahihnya,
“Bab Penanggalan. Darimana mereka menentukan penanggalan?”
عن سهل بن سعد قال ما عدوا من مبعث النبي صلى الله عليه وسلم ولا من وفاته ما عدوا إلا من مقدمه المدينة
“Dari Sahl bin Sa’ad berkata, Mereka (para Sahabat) tidaklah
menghitung (penanggalan) berdasarkan saat diutusnya Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam, tidak pula berdasarkan wafat beliau, namun hanyalah
berdasarkan awal tahun masuknya beliau ke kota Madinah (Hijrah)”.
Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan tentang sejarah asal pencanangan kalender Hijriyyah, bahwa Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu ditegur oleh Abu Musa radhiallahu ‘anhu ketika
menulis surat tanpa tanggal lalu Umar pun memerintahkan orang-orang
untuk membuat penanggalan dengan dasar hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mereka pun melakukannya (http://library.Islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=7151&idto=7154&bk_no=52&ID=2186).
Berarti nampak dari penjelasan di atas, bahwa pencetus kalender Hijriyyah adalah salah satu dari Al-Khulafa Ar-Rasyidin, yaitu Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu dan diikuti oleh para sahabat radhiallahu ‘anhum tanpa ada penentangan sedikit pun, ini menandakan telah terjadi ijma’ (kesepakatan) di antara mereka.
3. Berkalender Hijriyyah Berarti Memudahkan Kita Mengetahui Waktu-Waktu Ibadah
Banyak waktu-waktu ibadah yang ditentukan dengan kalender Hijriyyah, misalnya tentang ibadah haji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah Bulan
sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji” (QS. Al-Baqarah: 189).
4. Berkalender Hijriyyah artinya mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menyelisihi musyrikin
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara umum memerintahkan kita untuk menyelisihi perkara yang menjadi ciri khas kaum musyrikin, beliau bersabda,
خالفوا المشركين
“Selisihilah kaum musyrikin!” (Muttafaqun ‘alaihi).
Sedangkan nashara serta romawi sebagai biang kerok munculnya
kalender masehi adalah bagian dari kaum musyrikin. Maka, kita dituntut
untuk menyelisihi mereka dalam perkara yang menjadi ciri khas mereka
(diantaranya dalam masalah berkalender masehi) (baca Tahukah Anda 5 Rahasia dibalik kalender masehi?).
5. Berkalender Hijriyyah Menunjukkan Keterikatan Diri Kita dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam
Hal ini karena dasar perhitungan kalender Hijriyyah adalah berdasarkan hijrahnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga membuat setiap orang yang berpenanggalan dengan kalender ini akan mengingat hjrah dan perjuangan Nabinya shallallahu ‘alaihi wasallam,
serta mengingatkan pada peristiwa-peristiwa Islam dan keadaan-keadaan
kaum muslimin di masa lalu. Selanjutnya diharapkan setiap muslim yang
berkalender dengannya akan bisa mengambil suri tauladan dari Nabinya shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa tersebut.
6. Berkalender Hijriyyah Artinya Mengibarkan Bendera Syi’ar Umat Islam dan Simbol Kekokohan Jati Diri Mereka
Umat Islam bukan umat pengekor. Umat Islam adalah pemimpin dunia. Khalifatun fil ardh, maka
tentunya tidak pantas kalau mengambil simbol kuffar dengan penanggalan
masehi. Bahkan seorang muslim diperintahkan untuk memiliki jati diri
yang khas. Wa shallallahu ‘ala Muhammadin wa ‘ala Alihiwa Shahbihi wa sallam, wa Akhiru Da’waanaa anil Hamdulillah Rabbil ‘Alamin.
أذا أمن الإمام فأمنوا فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه
“Jika seorang imam mengucapkan ‘amin’ maka
ucapkanlah pula ‘amin’ karena ungkapan amin seseorang yang bersesuaian
dengan ungkapan amin para malaikat akan terampuni dosa-dosanya yang
telah lalu.” Hadits di atas diriwayatkan oleh Bukhariy dan Muslim.1 FAWA’ID AL-HADITS: Faidah Pertama: Apa yang dimaksud dengan ungkapan amin? Ungkapan amin bermakna ‘Allahumma istajib’ (Ya Allah, kabulkanlah).2 Faidah Kedua: Apa hikmah mengucapkan amin setelah imam selesai membaca alfatihah? Secara umum, dalam setiap kebaikan yang
diperintahkan oleh Islam mengandung begitu banyak hikmah dan kebaikan
untuk manusia itu sendiri. Ini sesuai dengan salah satu kaidah agung
yang ditetapkan Islam:
الدين جاء لسعادة البشر
“Islam terbit untuk kebahagiaan manusia”3 Dalam hadits ini terdapat sebuah pelajaran yang
mulia nan agung yaitu pensyariatan ungkapan amin dan keutamaan yang
diperoleh bagi orang yang mengucapkannya. Surat al-Fatihah mengandung do’a teragung,
termulia dan terbaik seperti yang diungkpakan para ulama dalam kitab
mereka. Secara umum, dalam kitab-kitab yang mensyarah hadits ini,
diungkapkan bahwa pensyariatan amin dikaitkan dengan doa yang termaktub
dalam al-Fatihah.4 Faidah Ketiga: Kapan amin diucapkan? Para ulama menjelaskan bahwa amin diucapkan beberapa saat setelah imam selesai membaca surat al-Fatihah.5 Faidah Keempat: Apakah ma’mum mengucapkan amin mendahului imam atau setelah ungkapan amin sang imam? Dari hadits tersebut nampak bahwa amin sang imam
lebih dahulu dibanding amin ma’mum namun jumhur ulama menyebutkan bahwa
yang dimaksud dengan “ammana al-imam (أمن الإمام)”
adalah saat sang imam akan memulai ungkapan amin. Saat inilah ma’mum
bersegera mengucapkan amin sehingga ungkapan imam dan ma’mu menyatu
dalam satu waktu.6 Faidah Kelima: Bolehkan ma’mum mendahului amin imam? Tidak boleh bagi makmum mendahului unngkapan amin
sang imam atau mengakhirkannya agar mendapat keutamaan besar yang
disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini. Faidah Keenam: Apakah yang terhapus adalah semua jenis dosa?
Secara umum, dalam ilmu Ushul Fiqh, lafadz “maa (ما)” adalah “ism maushul” yang bermakna umum. Artinya, berdasarkan redaksi di atas, dosa yang disebutkan mengandung dosa kecil dan besar.7
Namun, para ulama yang meneliti nash mengungkapkan bahwa pengguguran
dosa yang dimaksud dalam hadits di atas dan hadits lain yang sejenisnya
berhubungan dengan dosa kecil saja.8 Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy
mengungkapkan bahwa semua nash yang mengandung pengampunan dosa
ditujukan terhadap dosa kecil, bukan dosa besar. Dosa besar gugur dengan
taubat yang dilakukan seorang hamba.9 Faidah Ketujuh: apa yang dimaksud dengan “muwaafaqah (موافقة)/berkesesuaian”? Para ulama berbeda pendapat tentang makna “muwaafaqah (موافقة)/berkesesuaian.”
Kesamaan waktu.
Artinya, amin ma’mum dan amin para malaikat bersamaan di waktu yang
sama. Kebersamaan do’a dan berpadunya waktu adalah salah satu factor
diterimanya doa apalagi doa tersebut bersesuaian dengan doa para
malaikat yang memang tidak bermaksiat kepada Allah, melakukan apa yang
Allah perintahkan, bershaf-shaf di sisi Allah, bertasbih dan bersujud
kepada Allah ‘azza wajalla.
Kesamaan ma’mum dengan sifat dan keadaan malaikat
yaitu memandang kerendahan diri saat berdoa, menundukkan hati dan
khusyu’ karena Allah tidak menerima doa dari hati dan jiwa yang lalai.10
Faidah kedelapan: Siapa malaikat yang disebutkan dalm hadits di atas?
Para ulama menjelaskan bahwa para malaikut pun mendengar bacaan imam11. Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang malaikat mana saja yang dimaksudkan dalam hadits di atas.
Syaikh ‘Abdurrahman bin ‘Abdullah al-Bassam mengungkapkan bahwa
malaikat yang dimaksud adalah malaikat yang ikut menyaksikan shalat
tersebut baik malaikat yang ada di bumi maupun malaikat yang ada di
langit.12
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin mengungkapkan bahwa malaikat
yang dimaksudkan hanyalah malaikat yang diijinkan Allah untuk
mengucapkan amin bersama orang yang shalat.13Dan ini tidak berlaku bagi malaikat yang tidak diijinkan Allah.14 Penutup: Ada banyak sekali permasalahan fiqhiyyah yang
berkaitan dengan hadits di atas, misalnya status hukum ucapan amin dalam
shalat, apakah imam wajib membaca amin baik dengan mengeraskan hingga
terdengar makmum atau dengan suara pelan, ataukah sebatas sunnah
baginya, dan permasalahan lain. Hanya saja, alangkah baiknya bagi imam dan makmum,
dan ini begitu disarankan para ulama, untuk membaca amin dalam waktu
yang sama dengan suara yang terdengar sehingga mereka mendapat keutamaan
penghapusan dosa. Begitu pula ketika membaca amin diharapkan dengan
hati yang khsuyu’ penuh ketundukan sehingga menyerupai keadaan para
mailaikat. Sungguh, kita dapati sebagian saudara kita begitu
lalai membaca amin dalam shalat padahal para ulama mengungkapkan bahwa
kesempatan membaca amin dalam shalat ini dengan ungkapan:
هذه غنيمة جليلة وفرصة ثمينة ألا وهي غفران الذنوب بأيسر الأسباب فلا يفوتها إلا محروم
“Ini adalah harta/kemenangan (peraihan sesuatu
tanpa ada kesulitan sedikit pun –ed) yang mulia dan kesempatan yang
begitu berharga yaitu pengampunan dosa dengan wasilah yang paling mudah.
Orang yang terluput dari kesempatan ini hanyalah orang-orang yang
memang diharamkan untuk meraihnya ” Referensi:
Ta’liqat ‘ala ‘Umdah al-Ahkam, karya syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy, Dar a’Atsar, Mesir.
Mandzumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’iduhu, karya Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Dar Ibn Jauziy, Saudi Arabia
Taisiyr al-‘Allam Syarh ‘Umdah al-Ahkam, karya syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam, Dar al-Aqidah, Mesir.
Syarh ‘Umdah al-Ahkam, karya syaikh Sa’ad bin Nashir as-Syatstriy, Dar Kanuz Isybilya, Arab Saudi
Tanbih al-Afham Syarh ‘Umdah al-Ahkam, karya syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Maktabah as-Shabah, Mesir.
Zubdah al-Afham bi Fawa-idh ‘Umdah al-Ahkam, karya syaikh Abu ‘Usamah Salim bin ‘Ied al-Hilaliy, Dar Ibn Hazm, Libanon.
Halo semua! Tabik! Pada kesempatan kali ini gua mau ceritain lo
tentang sepotong kisah perjalanan sejarah yang seru banget tapi
sekaligus juga ironis dari peradaban yang telah luar biasa berkontribusi
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern. Peradaban ini adalah
pemegang obor estafet kedua dari perkembangan ilmu pengetahuan umat
manusia, yang pertama dimulai sejak era klasik Yunani, Romawi, Persia,
India. Untuk selanjutnya tongkat obor tersebut diestafetkan ke para
ilmuwan-ilmuwan Eropa yang mulai memasuki Zaman Renaissance.
Wah terus peradaban apa dong yang menjadi jembatan peralihan antara jaman klasik ke era renaissancedan enlightenment? Yak, seperti yang lo tebak dari judulnya kita akan cerita seru tentang Zaman Keemasan peradaban Islam
dimana seluruh ilmuwan dan cendekiawan paling briliant di muka bumi ini
pada saat itu berkumpul dalam satu kekhalifahan Arab, Persia, dan
Spanyol. Lukisan karya Yahyá al-Wasiti, Baghdad 1237 tentang situasi studi di bawah dinasi Abbisiyah | sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_Golden_Age
Buat lo yang udah belajar pake Kurikulum 2013, mungkin udah gak asing
dengan topik ini. Kalo gue perhatiin, banyak banget para ilmuwan dari
era emas peradaban Islam ini sering banget disebut pada hampir semua
topik mata pelajaran buku pegangan lo semua. Sebetulnya topik ini juga
cukup sering disebut di berbagai perkumpulan, baik di kelas, di masjid,
di kelompok-kelompok studi tertentu, atau dalam diskusi terbuka. Cuma
sayangnya, kalo gue perhatiin biasanya mereka yang menyebut tentang era
emas peradaban Islam ini cuma "asbun" doang (asal bunyi), alias gak
bener-bener ngerti secara mendalam soal apa yang jadi produk dari Zaman
Keemasan Islam tersebut. Dari mulai gimana latar belakangnya, kenapa
peradaban itu bisa menghasilkan begitu banyak perkembangan ilmu
pengetahuan, tokoh siapa aja yang berperan dibalik itu, faktor pendukung
era itu terus berlanjut, sampai apa yang menjadi penyebab zaman
keemasan peradaban Islam itu pada akhirnya hancur.
Nah, di artikel zenius kali ini, gua akan mencoba mengupas secara
singkat seluruh dinamika era peradaban emas Islam. Tentunya ada banyak
hal yang mungkin gua lewatkan karena gak mungkin gua bisa merangkum
semua hal yang terjadi dalam kurun waktu kurang lebih 500 tahun hanya
dengan sebuah artikel. Tapi moga-moga artikel ini tetap bisa jadi pemicu
buat lo mencari tau lebih lanjut tentang dahsyatnya peradaban ini.
Sebetulnya di mana sih era keemasan Islam itu? Mengacu ke bagian waktu mana sih dalam sejarah?
Pemetaan gabungan jazirah kerajaan khalifah dari ekspansi Muhammad, Rashidun, dan Ummayyad.
Sebelum kita lanjut bahasannya lebih dalem, ada baiknya kita harus tau dulu kapan sebetulnya Islamic Golden Age itu?
Oke jadi yang dimaksud sama Zaman Keemasan Islam itu adalah sebuah
periode ketika Dunia Arab secara politis bersatu di bawah
kekhalifahan. Pada era ini, khususnya di bawah pemerintahan Harun Al
Rasyid dan Al Ma’mun, dunia Islam mengalami kemajuan ilmu pengetahuan,
sains, dan budaya yang luar biasa pesat. Secara tradisional, periode ini
punya rentang antara abad 8 Masehi hingga abad 13 Masehi. Banyak ahli
sejarah yang punya pendapat bahwa periode ini juga ditandain sama waktu
berdirinya Bayt al Hikmah
(750 - 1258) yang merupakan pusat studi, perpustakaan, sekaligus
universitas terbesar di dunia pada saat itu. Pada periode yang cukup
panjang ini (sekitar 500 tahun), bisa dikatakan tidak ada peradaban lain
di muka bumi yang bisa menandingi pesatnya perkembangan ilmu
pengetahuan di dunia Islam, dari mulai Eropa, Cina, India, semuanya
salut dengan kegigihan kekhalifahan yang menjunjung tinggi ilmu
pengetahuan melebihi peradaban manapun pada masa itu.
Perkembangan ilmu pengetahuan sebelum peradaban Islam
Lukisan School of Athens karya Raffaello Sanzio
Sebelum masuk ke bahasan utama, gua pengen singgung sedikit aja
perkembangan ilmu pengetahuan sebelum peradaban emas Islam yang nantinya
bakal banyak jadi sumber inspirasi dari perkembangan budaya dan
filosofis Islamic Golden Age. Sebelum era Islamic Golden Age,
perkembangan ilmu pengetahuan bermula secara terpisah dari Yunani,
India, dan Persia. Era filsafat klasik Yunani
dimulai abad 6 sebelum Masehi, yang menjadi titik fondasi filsafat dan
perkembangan ilmu pengetahuan. Pada era inilah, konsep awal sebuah
negara dibuat, hukum-hukum logika, deduksi, induksi, silogisme digagas.
Pada era inilah juga klasifikasi ilmu yang kita ketahui sekarang
dirangkai, dari mulai biologi, matematika, astronomi, ekonomi, politik,
hukum, dlsb.
Sementara itu di India dan Persia, peradaban kuno di sana udah bikin penghitungan sampe 1012 yang ditulis pada Kitab Yajurveda
(1200 SM). Pada 800 SM, seorang filsuf bernama Baudhyana, telah
memikirkan konsep dasar teorema Pythagoras. Dalam dunia astronomi, kitab
Vedanga Jyotisa
(abad 6-4 SM) udah ngebicarain masalah perhitungan kalender, pengukuran
astronomis, dan penetapan aturan-aturan dasar observasi benda
langit. Kemudian angka yg kita pake sekarang nih (0-9) awalnya
dikembangin oleh matematikawan India di jaman dinasti Maurya. Sementara
itu, konsep angka 0 (nol) sendiri juga pertama kali dikembangin oleh
Aryabhata (kira2 500 M) yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Al
Khwarizmi (780-850 M) dan Al Kindi (801-873 M). Jadi banyak yang
sekarang salah sangka bahwa angka ini disebutnya “angka Arab”, harusnya
yang bener itu “angka Hindu-Arab”.
Naah, itulah tadi sebagian dari pengaruh perkembangan ilmu
pengetahuan dari Yunani, India, dan Persia yang memberikan kontribusi
yang besar kepada perkembangan ilmu pengetahuan kekhalifahan zaman
keemasan Islam. Nah, sekarang kita langsung aja mulai tentang awal
terbentuknya peradaban keren ini.
Apa yang menjadi pemicu lahirnya peradaban emas Islam ini?
Secara sederhana, era ini dipicu oleh banyak hal yang saling mendukung satu sama lain.
Hal pertama adalah ketika khalifah pertama Dinasti Umayyah yaitu Mu’awiyah ibn Abu Sufyan
(setelah para khalifah Rashidun: Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali’)
melakukan invasi ke daerah Transjordania dan Syiria sampai dia menemukan
banyak banget manuskrip-manuskrip kuno di Kota Damaskus yang diwariskan
dari perkembangan ilmu pengetahuan Yunani dan Romawi (Sokrates, Plato,
Aristoteles, Galen, Euclid, dsb). Berdasarkan penemuannya
itu, Mu’awiyah terinspirasi buat bikin pondasi peradaban Islam yang
berdasarkan ilmu pengetahuan.
Pemicu yang kedua, adalah karena pada saat yang bersamaan kekhalifahan Ummayyah
sedang mengadopsi teknologi penulisan naskah di atas kertas yang
awalnya berkembang di Tiongkok. Dengan perkembangan teknologi penulisan
itu, Mu’awiyah juga menyewa tenaga ilmuwan-ilmuwan dari Yunani dan
Romawi untuk melakukan terjemahan terhadap naskah-naskah kuno tersebut
ke dalam bahasa Arab
Pemicu ketiga adalah ketika dinasti Ummayah beralih menjadi dinasti Abbasiyah
yang ditandai perpindahan pusat pemerintahan dari Damaskus ke Baghdad
di Mesopotamia. Dengan perpindahan pusat pemerintahan itu, yang dulunya
(waktu di Damaskus) peradaban Islam dapet pengaruh kebudayaan dan ilmu
pengetahuan dari Yunani dan Romawi, nah pas di Baghdad dapet tambahan
pengaruh lagi dari kebudayaan Persia dan India. Komplit lah sudah!
Seluruh sumber ilmu pengetahuan terlengkap yang dimiliki umat manusia
(Yunani, Romawi, Persia, India) pada saat itu akhirnya bisa ngumpul di
satu titik lokasi.
Pemicu yang keempat adalah pengaruh 2 orang khalifah besar, yaitu Harun Al Rasyid dan anaknya, Al Ma’mun yang
punya cita-cita mulia untuk membangun peradaban Islam yang menjunjung
tinggi perkembangan sains, logika, rasionalitas, serta menjaga kemajuan
ilmu pengetahuan serta meneruskan perkembangan ilmu yang telah diraih
oleh Bangsa India, Persia, dan Byzantium. Tanpa adanya peran mereka
berdua yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, Zaman Keemasan Islam
kemungkinan ga bakal pernah muncul pada masa itu.
Oke, jadi siapa aja sih tokoh-tokoh
dalam Islamic Golden Age? Terus ilmu pengetahuan dan budaya apa saja
yang berkembang pesat di masa itu?
1. Abu Ali al Husayn Ibn Abdallah Ibn Al Hasan Ibn Ali Ibn Sina
Ibn Sina aka Avicenna
Ini dia nih yang kemungkinan besar lo udah pada tau. Ibn Sina atau Avicenna
adalah seorang polymath jenius asal Uzbekistan yang bener-bener
mendalami hampir semua ilmu pengetahuan, dari mulai filsafat,
kedokteran, astronomi, sekaligus ilmuwan. Avicenna ini ngeluarin
mahakarya kedokteran yang judul “Al Qanun fi al Tibb” atau “The Canon of Medicine”
dan jadi buku pegangan utama para mahasiswa kedokteran di penjuru Eropa
sampe abad ke 18, atau kurang lebih 700 tahun ke depan! Gile ga tuh!?
Lo bisa bayangin aja kalo pada jaman itu, dunia medis masih sangat
miskin pengetahuan, kebanyakan tabib hanya meraba-raba berdasarkan
pengalaman tanpa didasari eksperimen serta pengetahuan yang sahih
tentang bagaimana sistem tubuh manusia bekerja. Nah, pada jaman itu,
Avicenna-lah mengumpulkan seluruh pengetahuan ilmu faal, anatomi,
intervensi medis dari jaman klasik Yunani/Romawi dan Persia/India sejak
jaman Hippokrates dan Galen, sekaligus digabung sama riset medis yang
dilakuin sendiri sama Avicenna. Saking kerennya nih buku,
Avicenna sampe-sampe disebut sebagai “Bapak Pengobatan Modern”.
Pada masanya, Avicenna ini dikenal sebagai orang yang berpikiran
sangat logis dan rasional, jauh melampaui manusia-manusia pada zamannya.
Perkembangan intelektual Avicenna sangat dipengaruhi dari ajaran
Aristoteles dan Plato sebagai perintis tonggak pertama konsep filsafat
logika serta budaya untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu sampai
sedalam-dalamnya. Berdasarkan itu, Avicenna tidak cuma mengembangkan
banyak ilmu pengetahuan, tapi juga mengkritik banyak perkembangan ilmu
yang keliru dan masih nyampur-nyampur sama hal-hal mistis dan
supranatural.
Metodologi Penelitian: Selain buku the Canon of Medicine, Avicenna juga membuat “Kitab al Shifa” atau lebih dikenal dengan The Book of Healing.
Dalam buku itu, Avicenna meletakkan dasar-dasar dan aturan dalam
menjalankan metode eksperimen dalam mencari kebenaran dalam ilmu
pengetahuan. Sampai akhirnya metode saintifik tersebut disempurnakan
oleh Galileo yang menjadi Bapak Sains Modern.
Kimia: Avicenna membantah klaim para alkimiawan (alchemist) yang menyatakan bahwa ada zat yang bisa mengubah timbal menjadi emas yang waktu itu beken dengan istilah “The Philosopher’s Stone" (ini gak ada hubungannya sama Harry Potter yah!)
Geologi: Dalam buku “The Book of Healing”,
Avicenna juga membuat hipotesa bahwa awal terbentuknya gunung
adalah proses pergerakan permukaan bumi seperti gempa bumi dan
pergerakan sungai.
Fisika: Dalam bidang mekanika, Avicenna mengelaborasikan teori “motion” atau gerakan. Sedangkan dalam bidang fisika optik, dia sempat menyatakan bahwa cahaya memiliki kecepatan. Sampai akhirnya disempurnakan oleh Ole Rømer, Maxwell, dan Einstein.
Psikologi: Dalam
psikologi, Avicenna juga menyatakan bahwa "jiwa" itu sebetulnya hanya
merupakan bentuk persepsi fisiologis kesadaran manusia, dan bukan
merupakan hal yang supernatural. Filosofi mengenai kejiwaan ini
mempengaruhi banyak filsuf Barat jaman Renaissance, terutama René Descartes.
2. Abu Yusuf Ya’qub Ibn Ishaq Al Sabbah Al Kindi
Walaupun namanya ga setenar Avicenna atau Al Farabi, Al Kindi bisa
disebut sebagai ilmuwan muslim terbesar sepanjang masa. Awalnya, Al
Kindi dipercaya sama Khalifah Al Ma’mun buat jadi ketua tim penerjemah
naskah-naskah filsafat kuno dari Yunani dan Romawi di Bayt al Hikmah.
Kebayang doong, berarti dia sambil nerjemahin itu juga sambil baca
macem-macem ilmu pengetahuan dari berbagai sumber paling awal peradaban
filsafat klasik. Kalo ga ada Al Kindi, jangan harap deh kita bisa kenal
yang namanya Avicenna, Al Farabi, dan Al Ghazali, karena mereka-mereka
ini berhutang besar terhadap buah karya terjemahan dari naskah-naskah
kuno hasil jerih payah Al Kindi.
Eit, tapi jangan disangka Al Kindi kerjaannya cuma nerjemahin doang
yah, dengan pengetahuan yang dia serap itu, dia juga mensintesa hasil
pemikirannya sendiri dengan membuat buku. Berapa banyak bukunya? Total
jumlah buku yang dia tulis tuh lebih dari 260 judul! What?? Orang sakti
mana jaman sekarang yang bisa sanggup nulis buku sebanyak itu??
Ckckkck..
Kalo gue sebutin karya-karya tenarnya, gue jamin lo udah ketiduran
duluan sebelom abis lo baca ini artikel ini saking banyaknya. Buku-buku
yang dia tulis itu ga cuma dari satu disipilin ilmu lho. Mulai dari
filsafat, matematika, kedokteran, fisika, astronomi, kimia, sampai teori
tentang musik dia tekunin abis-abisan. Wah, pasti dia langganan zenius.net tuh, hehe.. (becanda :P).
Berikut gue sebut aja beberapa kontribusi dia dalam ilmu pengetahuan:
dalam bidang optik, dia menyebutkan bahwa agar mata bisa ngeliat benda,
perlu perantara yang bisa ngarahin tuh benda ke mata kita, dalam hal
ini udara. Dalam bidang kimia, dia bisa dibilang salah satu orang yang
pertama kali menyuling alkohol dan memproduksi alkohol pabrikan dalam
jumlah banyak. Selain itu, dia juga menentang para ahli alkimia yg
nyebutin bahwa unsur bisa berubah-ubah. Dalam bidang matematika, Al
Kindi merupakan salah satu orang pertama yang ngadaptasi angka India
jadi sistem bilangan Hindu-Arab (0-9) yang kita pake sampe saat ini. Keren abis kaan??
3. Abu al Fath ‘Umar Ibn Ibrahim Al Khayyam
Al-Khayyam atau Omar Khayyam
adalah seorang matematikawan, astronom, dan pujangga yang hebat! Tuh
kan, siapa bilang ilmuwan tuh ga romantis? hehehe… Ilmuwan Persia ini
lahir di Nishapur-Iran, menimba ilmu matematika di Samarkand, lalu kerja
sebagai astronom di kota Bukhara, dua-duanya sekarang terletak di
Uzbekistan.
Sumbangan terbesar Khayyam di dunia matematika adalah Segi Empat Khayyam-Saccheri,
yang dia temuin pas lagi pusing mau nerangin ke masyarakat matematika
soal postulat-postulatnya Euclid. Selain itu, dia juga dikenal sebagai
orang yang pertama kali secara lengkap ngejabarin konsep Segitiga Pascal. Sehingga saat ini banyak ahli matematika yang sebenernya nyebut penjabaran binomial ini sebagai “Segitiga Khayyam-Pascal”.
Dalam dunia astronomi, ia bisa membuktikan bahwa Bumi berputar pada
sumbunya. Selain itu, dia juga salah satu anggota tim perumus kalender
Iran yang dikenal sebagai Jalali Calendar. Terakhir jangan lupa sama buku puisinya yang paling terkenal, yaitu Rubaiyat of Omar Khayyam. Rubaiyat ini udah diterjemahin ke puluhan bahasa di dunia lho!
4. Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al Khwarizmi
Eng ing eeeng! Ini dia nih yang juga paling mendunia namanya. Al Khwarizmi adalah Ilmuwan asal Khwarezm, Uzbekistan, ini berasal dari keluarga dengan latar belakang penganut agama Zoroastrianisme (Majusi).
Ilmuwan ini sering banget namanya kita sebut tanpa sadar, Yes betul, kata Algoritma
berasal dari nama ilmuwan ini. Kontribusi terbesarnya ialah
mengembangkan pendekatan khusus untuk memecahkan persamaan linear dan
kuadrat, yang kita kenal dengan nama Aljabar. Konsep aljabar ini, dia tulis dalam Kitāb Al Mukhtasar fi Hisāb al Jabr wa’l-Muqābalah atau “Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapkan dan Menyeimbangkan”.
Selain itu, beliau inilah yang berhasil memetakan pergerakan matahari, bulan, dan kelima planet yang dia tulis dalam kitab Zīj al-Sindhind (Perhitungan
Astronomi Pakistan dan India). Al Khwarizmi juga ditugaskan oleh
Khalifah Al Ma’mun untuk membuat peta dunia, sekaligus mengukur keliling
bumi melalui proyeksi terhadap gerakan matahari dan pendekatan
matematis. Proyek ini menghasilkan salah satu kitab terbesarnya juga
yaitu Kitāb surāt al-Ardh (Kitab Citra Permukaan Bumi), yang lebih terkenal di Barat dengan judul “Geography”.
5. Nasir al Din Tusi
Tunggu! Siapa nih Al Tusi?
Gue yakin pasti banyak dari lo yang bahkan belom pernah denger nama
tokoh ini. Ilmuwan Persia abad ke 13 ini merupakan ilmuwan yang lumayan
terakhir nongol di dunia Islam, setelah Baghdad diluluhlantakkan oleh
bangsa Mongol dibawah kepemimpinan Hulagu Khan.
Karena terjadi pergeseran kekuasaan, Tusi mengabdikan dirinya kepada
Khan. Apa sih istimewanya Tusi? Sama seperti ilmuwan yang gua sebut
sebelumnya, doi juga seorang polymath yang nguasain banyak banget bidang
ilmu kaya matematika, astronomi, fisika, kimia, biologi, serta sastra.
Tapi yang paling bikin ilmuwan ini adalah teorinya tentang mekanisme
Seleksi Alami yang membentuk keanekaragaman hayati di dunia, yang dia
kemukain 750 tahun sebelum Charles Darwin dan Alfred Wallace, duet pengungkap rahasia Seleksi Alami.
Tusi nyebutin bahwa organisme-organisme yang lebih cepat untuk
bermutasi dan berubah bentuk/memiliki perubahan fungsi organ akan lebih
bervariasi dibandingkan individu lainnya. Badan organisme tersebut
berubah karena faktor internal dan eksternal. Ini nih, yang merupakan
titik awal pemikiran manusia tentang asal mula spesies terbentuk.
"The organisms that can gain the new
features faster are more variable. As a result, they gain advantages
over other creatures. [...] The bodies are changing as a result of the
internal and external interactions."- Al Tusi, Kitab Akhlaq-i-Nasri
Tusi couple yang menginspirasi konsep heliocentric model dari Nicolaus Copernicus
Selain mencetuskan gagasan tentang seleksi alami, Tusi juga merupakan
orang yang berjasa dalam memberikan jalan untuk munculnya era Renaissance
di Eropa, karena dialah yang menyelamatkan 400,000 buku ketika Bayt al
Hikmah dihancurkan oleh Mongol. Ia membawa kabur naskah-naskah tersebut
ke Observatorium Maragheh, Azerbaijan. Di tempat itu ia melanjutkan risetnya tentang pergerakan Bumi yang akhirnya menjadi inspirasi bagi Nicolaus Copernicus tiga abad kemudian sebagai orang pertama yang membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari, bukan sebaliknya.
6. Abu al Walid Muhammad Ibn Rushd
Ibn Rushd atau lebih dikenal dengan nama Averroes adalah seorang polymath
muslim yang lahir di daerah Andalusia, Spanyol. Cakupan bidang yang dia
pelajari sangat luas dari mulai logika, filsafat, psikologi, geografi,
matematika, sampai kedokteran. Ibn Rushd dikenal sebagai ilmuwan muslim
terakhir yang dengan gigih memperjuangkan nilai-nilai logika dan metode
sains dalam kebudayaan Islam ditengah gerakan dari lawan pemikirannya
yaitu Al Ghazali yang
mengkritik bahwa pencampuran ajaran filsafat Yunani dari jaman
Aristoteles hingga, Avicenna dan Al Farabi itu sesat dan tidak sesuai
dengan ajaran Islam.
Gara-gara pembelaannya terhadap filsafat Yunani dan metode sains,
dirinya dikucilkan dari komunitas Islam dan dianggap sesat oleh tiga
agama sekaligus, Islam, Kristen, dan Yahudi. Sampai akhirnya khayatnya,
Ibn Rushd tetap setia sama pandangannya bahwa ilmu pengetahuan,
filsafat, dan agama bisa berjalan beriringan. Ironisnya, Ibn
Rushd dikenang sebagai pejuang terakhir (sayangnya gagal) yang
melakukan perlawanan terakhir para ilmuwan Islam untuk mengedepankan
logika dan pendekatan metode saintifk.
Apa sih yang menjadi penyebab hancurnya masa peradaban emas Islam?
Okay, kalo di atas kita udah bahas beberapa ilmuwan dari zaman
keemasan Islam yang menjadikan kerajaan kekhalifahan sebagai titik
tonggak perkembangan ilmu pengetahuan yang bikin seluruh dunia
terkagum-kagum dan angkat topi dengan peradaban ini, nah sekarang kita
bahas tentang apa sih yang menjadi pemicu berakhirnya era emas ini.
Sejauh penelusuran gue, ada dua hal signifikan yang menjadikan pemicu
berakhirnya era emas ini.
Pertama adalah kritik dari Al Ghazali yang
menentang pengaruh dari filsafat Yunani yang mejunjung tinggi logika
dalam penalaran ilmu dalam peradaban dunia Islam. Kendati Ibn
Rushd bersikeras bahwa tidak ada kontradiksi antara filsafat
Avicenna dan Al Farabi dengan ajaran agama, Al Ghazali tetap menyatakan
"perang" terhadap pengaruh filsafat Yunani dan menginginkan pemurnian
ajaran agama Islam. Sejak perubahan filosofi pemurnian itulah, Zaman
Keemasan Islam mengalami kemunduran drastis, sehingga jarang
sekali menghasilkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti pada abad 9-11 silam.
Kedua, faktor lain yang turut mendorong runtuhnya
era emas ini adalah serbuan dari bangsa Mongol yang akhirnya
meluluhlantakkan Baghdad bersama dengan perpustakaan sekaligus pusat
ilmu pengetahuan paling lengkap saat itu, Bayt Al Hikmah. Penghancuran
ini sering dianggap sebagai titik balik penurunan dunia Islam di bidang
pengetahuan. Untungnya, ratusan ribu manuskrip dari Bayt Al Hikmah
sempat diselamatkan oleh Al-Tusi ke Observatorium Maragheh, Azerbaijan
yang kemudian menjadi sumber referensi dan inspirasi para ilmuwan Eropa
pada zaman renaissance dan enlightenment.
Apa sih hikmah yang bisa kita ambil dengan menelusuri lebih dalam tentang Islamic Golden Age ini?
Okay, udah menjadi rahasia umum bahwa sejak tragedi WTC 11 September 2001,
peradaban Islam mendapat tantangan yang besar, terutama perubahan
paradigma sebagian masyarakat dunia yang mengasosiasikan Islam dengan
stigma negatif seperti terorisme, represi gender, hukum syariat, dlsb.
Peristiwa 9/11 dan banyak konflik perang di Timur Tengah menjadi pemicu perang urat-syaraf antara dunia Islam dengan sebagian Barat hingga saat ini.
Melihat fenomena sosial seperti itu, banyak cendekiawan Islam yang
mencoba untuk "mengingatkan" kembali bahwa peradaban dunia modern saat
ini sebetulnya berhutang banyak terhadap era emas peradaban Islam di
dalam setiap kesempatan, entah itu di ruangan kelas, mesjid, madrasah,
atau forum yang terbuka untuk umum. Untuk hal yang satu itu gue sangat
sepakat banget bahwa kita gak boleh melupakan kontribusi era emas
peradaban Islam. Namun sayangnya, masih banyak dari bentuk diskusi
itu yang lupa akan esensi sesungguhnya yang bisa kita dapatkan dari
peradaban yang luar biasa ini. Esensi yang gue maksud ini adalah apa
sih yang menyebabkan dunia Islam sempat menjadi pemegang obor estafet
ilmu pengetahuan yang menerangi seluruh dunia? dan apa sebetulnya hal
yang membuat era emas ini berakhir? Karena dengan mengetahui
pemicu jatuh-bangunnya sebuah era emas, kita bisa banyak belajar untuk
membangun kembali hal yang sama serta belajar dari kesalahan masa lalu
untuk tidak mengulanginya kembali.
Dari apa yang ceritain di atas, gue ingin lo paham betul bahwa peradaban
Islam pernah begitu maju karena peradaban Islam saat itu sangat
menjunjung tinggi akses ilmu pengetahuan yang terbuka dari berbagai
macam sumber. Mereka bisa maju dengan menghargai para ilmuwan
sebelumnya kendati berasal dari kebudayaan berbeda (Yunani, Romawi,
Persia, India) sebagai pemegang tongkat estafet pertama yang merapihkan
cara pandangan kita mengenai klasifikasi ilmu dan logika. Peradaban
Islam dulu begitu maju karena menghargai perbedaan serta terbuka dengan
kelompok lain seperti Yahudi, Nasrani, Sabian, dan Zoroaster (Majusi)
untuk ikut bersama-sama membangun dunia ini dan berkontribusi
mengembangkan ilmu untuk menjadikan dunia ini lebih baik.
Peradaban inilah yang menjadi jembatan peralihan dari ilmu filsafat
yunani klasik yang abstrak menuju subjek yang lebih konkrit dengan
penalaran observasi dan pendekatan empiris. Peradaban inilah yang mulai
meraba-raba kaidah-kaidah metode penelitian ilmiah sampai akhirnya
disempurnakan oleh para ilmuwan Eropa yang memegang tongkat estafet
ketiga yang juga sempat jatuh-bangun karena pengaruh Gereja Katolik Roma
yang melarang perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Dark Age.
Sampai akhirnya lahirlah para "pahlawan baru" di Eropa yang kembali
menggebrak dunia dengan pemahaman yang baru seperti Galileo Gelilei,
Copernicus, Darwin, Newton, hingga Einstein.
Sekarang siapakah pemegang obor estafet berikutnya? Mungkin gak kita
Bangsa Indonesia bakal ikut juga berkontribusi dalam perkembangan Ilmu
Pengetahuan? Jawaban dari pertanyaan itu semua balik lagi ke pundak kita
semua, terutama pundak lo semua yang baca artikel ini.
Okay, sekian sharing gue tentang sejarah peradaban emas dunia Islam, moga-moga bermanfaat buat lo semua.