menu

https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&ved=2ahUKEwjN0Z_Tk7TiAhVBtI8KHRl4CCgQjRx6BAgBEAU&url=https%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FGIF&psig=AOvVaw1AKbX0Vg1rdLDfDX8kxe-H&ust=1558786840533854

Kamis, 21 Desember 2017

AKU JATUH CINTA

Ya Allah.
Kali ini aku merasa hal aneh menyerangku.

Aku ragu.
Aku akan menyebut ini apa?
Kini datang menghampiri hatiku.
Mengetuk pintu hatiku.
Dan ternyata, Aku Jatuh Cinta.

Ya Allah.
Rasa ini sungguh menyakitkan untukku.

Menyukainya.
Mengaguminya.
Menginginkannya.
Bahkan jatuh cinta dengannya.
Itu membuatku akan memasuki jalan menuju patah hati.

Aku tak bisa membayangkan.
Bagaimana aku bisa menjalani itu semua dikeesokan harinya?
Apalagi jika rasa itu sudah memasuki tahap untuk menghadirkan rindu didalamnya.

Yang tak akan pernah mengerti.
Yang tak mengenal waktu.
Rindu datang dengan sendirinya.

Bahkan disaat aku sudah tak kuat untuk merasakannya.
Air mataku yang harus berbicara dan menjelaskan.
Betapa sakitnya aku bertahan dengan rasa yang masih abu-abu tuk kedepannya.

Ya Allah.
Bagaimana bisa fitrah dari-Mu membuatku tersiksa?

Apakah aku jatuh cinta diwaktu yang salah?
Sungguh, ini mengganggu hati serta fikiranku.

Ya Allah.
Jatuh cinta pada dirinya.

Membuatku lelah.
Lelah bersama rasa yang ingin ku lepaskan.
Dan aku sadar.

Jatuh cinta yang paling tulus adalah antara Engkau dan hamba-Mu.
Sedangkan jatuh cinta kepadanya?

Adalah kesengajaan untuk merasakan apa itu patah hati.

Dan mohon ya Robb, jatuh kan hati ini pada Ia yang Engkau kehendaki untuk mendampingi ku dalam ikatan halal

Kamis, 08 Juni 2017

Teruntuk hati yang sulit membaik.

Cinta bukan satu-satunya hal yang akan kita tangisi sepanjang malam, sebab cinta yang jalan mendahului iman pasti akan jatuh dan sakitnya mendalam.

Putus cinta harusnya bukan hal yang biasa, sebab manusia harusnya tidak mudah memberikan cinta.

Yang ada sekarang justru putus cinta lebih menakutkan dibandingkan putus ibadah, dimana bunuh diri lebih melogika dibandingkan taubatan nasuha.

Percayalah bahwa luka pagi akan sembuh disore.
Pergi satu akan datang yang baru.
Kita yang mengikhtiari ada Allah yang menakdiri.

Cukup, itu saja.

Hentikan tangis karena cinta yang kadang tak logis.
Sudahi luka yang pastinya berujung duka.

Tidak perlu bertanya untuk siapa hati ini kiranya, pantaskan saja diri dan perbanyak ibadah.

Dengan sendirinya, yang tepat akan tiba. 
Tanpa dipanggil.
Tanpa dijemput.

Tiba-tiba hadir, dalam takdir.

Membawa cinta yang baru, cinta yang lebih mendekatkan diri kepada Ilahi.

Untuk itulah wahai hati yang sulit membaik, ikhlaskan siapapun dia yang pergi.

Mungkin itu cara Allah menjauhkan dirimu dari cinta dengan jalan yang salah.

Sebab cinta yang benar akan didapat dari jalan yang benar pula, tidak akan dari jalan pacaran meskipun dengan tambahan islami.

Untuk itu sudahilah.

Hapus sisa tangismu, kuatkan hatimu. Dan katakan "aku pasti bisa, melupakan cinta yang salah".
.

Minggu, 04 Juni 2017

yang menjadi Alasanku

Untuk kamu ..
yg masih saja menjadi alasanku menulis hingga kini,
yg masih saja nama mu yg kusebut dalam setiap doaku,

kini,
ijinkan aku mencintai mu dengan cara yg berbeda.
ijinkan aku mencintai mu dengan mengikhlaskanmu.

bukan karena rasa ini berhenti atau menghilang.
justru karena rasa ini semakin menguat dan membuatku takut.

aku takut berharap padamu, walaupun kamu tak memberiku harapan.
aku takut kecewa akan dirimu, walaupun aku yg memulai semuanya.
dan yg paling penting aku takut cinta ini akan membuatku menduakan cintaNya.
walaupun aku tau awal rasa cinta ini karena kekagumanku akan cara mu mencintaNya.

kini biarkan ku ikhlaskan rasa ini,
ijinkan aku menyerahkan segala rasa ini kepadaNya.
karena kau pun tau, hanya Allah yg mampu membolak balikkan hati manusia.
.

mengungkap cinta.

Bagaimana aku mengungkap cinta
Akupun tak tahu dan tak mengerti
Karena cinta kadang tak selalu sama dengan apa yang terdefinisi
Yang ku tahu hanyalah
Cinta itu mampu membawa kebahagian pada manusia
Jika cinta itu diperlakukan dengan mulia
Tanpa menabrak batas-batas yang telah ditentukan Sang Pemiliknya
Tetapi jika cinta membawa kesedihan
Bukan berarti cinta itu salah
Karena cinta tak pernah menginginkan adanya rasa yang tersakiti
Apalagi sampai menjerumuskan kedalam kegelapan
Tidak ada cinta yang membawa keburukan
Maka jika cinta malah membawa pada kejelekan
Itu bukan cinta melainkan nafsu yang melenakan
.
Sungguh jatuh cinta itu adalah perasaan yang rumit
Terlebih jika terjatuh pada waktu yang tidak tepat
Disaat hati belum mampu memiliki
Dalam sebuah ikatan yang halal atas dasar ridho-Nya
Maka disaat seperti ini
Jangan biarkan hati terangan
Mencintai seseorang dengan jalan yang salah
Karena itu hanya membuat yang tercinta terbelenggu dosa kemaksiatan
.
Teguhkanlah hati atas dasar iman pada-Nya
Maka Sang Pemilik Cinta akan memberi tahumu
Sebuah cinta yang takkan menyakitkan
Sebuah cinta yang takkan hanya bersemi di dunia
Tapi juga akan tetap merekah hingga ke surga
Cinta yang mulia
Yang akan mengajarkan diri untuk meningkatkan ketaatan
Karena bukti cinta adalah ketaatan
Dan ketaatan hanya akan berbuah kebahagiaan

Jumat, 02 Juni 2017

Marry Your Daughter | Brian McKnight


 
Sir, I'm a bit nervous
Tuan, aku agak grogi
'Bout being here today
Berada di sini hari ini
Still not real sure what I'm going to say
Masih tak yakin apa yang akan kuucapkan
So bare with me please
Maka bersabarlah
If I take up too much of your time
Jika nanti aku menghabiskan terlalu banyak waktu Anda
See in this box is a ring for your oldest
Lihatlah, di kotak ini ada sebuah cincin untuk putri tertua Anda
She's my everything and all that I know is
Dia segalanya bagiku dan yang kutahu
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Aku akan sangat lega jika tahu bahwa kami punya pandangan sama
Very soon I'm hoping that I...
Sebentar lagi aku berharap aku....
CHORUS
Can marry your daughter
Bisa menikahi putri Anda
And make her my wife
Dan jadikan dia istriku
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
Kuingin dia menjadi satu-satunya gadis yang kucinta selama sisa hidupku
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
Dan memberinya yang terbaik dari hingga saat aku mati
I'm gonna marry your princess
Aku akan menikahi putri Anda
And make her my queen
Dan jadikan dia ratuku
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Dia akan menjadi pengantin paling cantik yang pernah kulihat
Can't wait to smile
Tak sabar tersenyum
When she walks down the isle
Saat dia susuri lorong
On the arm of her father
Dan menggandeng ayahnya
On the day that I marry your daughter
Di hari aku menikahi putri Anda
She's been hearing for steps
Dia tlah mendengar langkah-langkah
Since the day that we met
Sejak hari kami bertemu
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
(Aku takut sekali berpikir apa yang akan terjadi jika dia pergi)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
Maka jangan kuatir aku akan tak baik memperlakukannya
I've got most of my vows done so far
Selama ini aku selalu penuhi janji
(So bring on the better or worse)
(Maka bawalah pada bagian lebih baik atau buruk)
And tell death do us part
Dan katakan kematian memisahkan kita
There's no doubt in my mind
Tak ada keraguan dalam benakku
It's time
Inilah saatnya
I'm ready to start
Aku siap memulai
I swear to you with all of my heart...
Aku bersumpah pada Anda dengan sepenuh hatiku...
CHORUS

The first time I saw her
Pertama kali kulihat dia
I swear I knew that I say I do
Aku bersumpah aku tahu bahwa aku kan bilang bersedia

Rabu, 31 Mei 2017

Tak perlu kau balas Rindu ku

Bismillah.

Tak perlu kau balas rinduku dengan rindumu.
Percayalah rindu ini sulit, biar aku saja yang rindu.
Lebih baik kau diam saja di sana, di tempat yang masih Tuhan kita sembunyikan.
Cukuplah aku yang mendo'akanmu dan menunggu penantian kita.

Meski aku tak bisa melihat rupa rindu pada satu wajah.
Tak mengapa meskipun mata ini seperti halnya mendung yang selalu basah.
Sejatinya mendo'akanmu adalah hal biasa, terbiasa sudah.
Karena entah mengapa saat berdo'a untukmu selalu menjadi perkara yang mudah, bagi lidah.

Sekali lagi biarkan mataku selalu basah karena rindu yang sudah lama.
Biarkan perbincangan rinduku ini menjadi hangat karena menantikan pertemuan dengan orang sepertimu.
Entah mengapa aku percaya bahwa rindu ini akan bermuara.
Di satu tempat yang paling dalam dan akan bersemayam.
Yaitu di jantung rindumu, berkumpul bersama do'a-do'a rinduku yang lain.

Untuk pemilik rindu yang masih belum bertemu.
Aku mendo'akanmu dengan makkah sebagai kiblatku.
Kelak kita akan bertemu.
Siapapun kamu yang telah Allah beri restu.

Menjaga dan menunggu

aku tidak pernah memintamu pergi.
karena jujur aku pun belum mampu melepas rasaku.
namun aku hanya meminta engkau menjaga hati,
baik kita dengan jarak sedekat apapun atau sejauh apapun,
aku ingin hatimu terjaga utuh untuk yang satu .

perjalanan ini masih panjang.
ujian masih banyak akan menghadang.
namun bukan karena itu juga aku melepasmu pergi semudah itu,
aku hanya ingin kita sama-sama menanti.
menanti sesuatu yang pasti.
untukku dan kamu.
sesuatu yang ingin kita wujudkan,
agar menjadi sesuatu yang memang sudah kita wujudkan .

engkau tidak tahu,
bagaimana aku yang selalu memperhatikan tingkahmu ketika bersama yang lain .
namun aku belum pantas untuk melarangmu berbicara maupun tersenyum kepada yang lain.
engkau juga tak tahu,
bagaimana gelisahku ketika langkahmu berlari kepada yang lain.
namun kusembunyikan setiap rasa takut,
kerna aku tahu belum saatnya aku menyampaikan rasa itu.
aku menyimpan rahasia dengan baik.
menyembunyi rasa dengan baik.
dan aku seorang penunggu yang baik.
aku hebat dalam hal menunggu .

dan aku akan menunggu,
ketentuan akan aku dan kamu.
semoga jalan cerita seperti yang diangankan.
dan akhir cerita seindah yang dibayangkan .

salam dariku,
seseorang yang hebat dalam hal menunggu
.agust

Minggu, 18 Desember 2016

Bersahabat Dengan Ujian.

Ada orang yang diuji dengan pasangannya..
Ada orang yang diuji dengan jodohnya..
Ada orang yang diuji dengan kesehatannya..
Ada orang yang diuji dengan keturunannya..
Ada orang yang diuji dengan kariernya..
Ada orang yang diuji dengan kecantikannya..
Ada orang yang diuji dengan kesulitannya..
Ada orang yang diuji dengan rejekinya..
Ada orang yang diuji dengan kemudahannya..
Ada orang yang diuji dengan kesedihannya..

Jangan pikir hanya kita seorang yang diuji oleh-NYA..
Jangan tanya kepada-NYA, "Yaa Allah, mengapa harus aku..?!? Mengapa semua terjadi padaku..?!?"

Ketika Allah Jalla Wa 'Ala memberi beban dipundak, jangan bertanya mengapa kita diberi yang berat..
Tetapi mintalah agar pundak kita mampu untuk memikulnya..

Yakinlah akan ada KEMUDAHAN setelah KESULITAN..

Allah 'Azza Wa Jalla memberi kita ujian ini karena Allah Jalla Wa 'Ala mengetahui bahwa kita mampu..!
Tetaplah istiqamah meski iman kita kadang melemah..

Jangan pernah menghindar..
Jangan pernah lari..
Hadapi semua ini dengan Tawakkal..
Nikmati semua ini dengan Istighfar..
Mungkin ini kasih sayang Allah Tabaraka Wa Ta'ala dalam bentuk  nikmat yang lain..
Insyaa Allah..Barokallahu Fiikum.

اميـــــــــــــن يارب العا لميـن

Maaf,Aku merindukanmu..

Saat aku berjalan jauh dari duniamu, tak pernah dipungkiri masih ada rindu yang terletak didalam hati ini.
Apakah kau tahu?
Keikhlasan itu tak ada yang tau makna sebenarnya bahkan disurah Al-Ikhlas pun tak ada disebut kata ikhlas didalamnya.
Disini, aku masih berdiri dengan rasa yang menghantuiku.
Seandainya jarak ini menjadi alasan untuk tak bisa bertemu dan bertegur sapa denganmu mungkin hatiku tak sesakit ini.
Rindu.
Hanyalah sebuah ekspektasi yang masih membatu direlung jiwa entah apa yang bisa membuatnya terkikis perlahan-lahan agar menjadi dedebuan. 
 Ketika merindukanmu, aku tak pernah tau sampai kapan rasa ini hadir untukmu.
Jarak menghukum diri ini agar tak bersua denganmu, dan ku syukuri itu semua.
Jarak juga membuatku tak harus memperlihatkan air mata ini dihadapanmu yang sejatinya hadir untuk sosok yang aku rindukan. 
Harapanku ini hanya sebatas kefanaan yang dapat ku junjung tinggi lewat do'a-do'a yang ku curahkan dihadapan sang Ilahi. Maka maafkan aku, jika merindukanmu.
Maaf, aku menyeretmu didalam hati serta do'aku dihadapanNya.
Maafkan diri ini.

Maaf, aku merindukanmu

Senin, 23 Februari 2015

10 Permintaan Iblis yang dipenuhi Allah


Iblis atau setan merupakan mahluk Allah sama seperti kita manusia, akan tetapi manusia berbeda dengan Iblis, mulai dari pembuatan hingga tujuan hidup didunia, Iblis terbuat dari api neraka sedangkan manusia terbuat dari tanah.
10 Permintaan Iblis yang dipenuhi Allah
10 Permintaan Iblis yang dipenuhi Allah
Nabi Adam merupakan manusia yang pertama kali hidup didunia ini, sejak sebelum diciptakan Nabi Adam sebenarnya Iblis telah tercipta terlebih dahulu. Hal tersebut terlihat ketika Nabi Adam diturunkan ke muka bumi ini. Nabi Adam diturunkan ke muka bumi karena Iblis telah mampu menggoda Nabi Adam akan berbuat tercela, sehingga Allah menjadi murka dan menyuruh Nabi Adam untuk beribadah kepada Allah dengan menurunkan Nabi Adam ke bumi.

Tugas Iblis dalam menggoda manusia seperti yang tercermin pada kisah Nabi Adam akan terus bergulir selama manusia hidup di dunia ini hingga akhirat nanti. Iblis menggoda manusia karena Iblis mencari teman untuk diajak ke Neraka Jahanam. Godaan Iblis kepada manusia ada banyak sekali mulai dari godaan na*fsu hingga godaan-godaan yang kecil, semua godaan tersebut akan membuat manusia berbuat tercela sehingga akan menimbulkan dosa. Dosa tersebut akan membuat manusia masuk kedalam Neraka.

Walaupun Iblis sangat dibenci oleh Allah SWT akan tetapi Iblis mempunyai sebuah permintaan kepada Allah dan akhirnya Allah mengabulkan permintaan tersebut. Jika Anda penasaran berikut ini 10 permintaan iblis yang dipenuhi Allah.

1. Iblis meminta agar manusia berbagi dengan hartanya, seperti manusia tidak mezakatkan hartanya, makan dari riba dan Iblis ingin masuk kedalam makanan yang tidak disebutkan nama Allah.

2. Iblis meminta agar dirinya untuk selalu ikut bersama dengan orang-orang yang berhubungan suami atau istri tanpa perlindungan dari Allah (Zi*na).

3. Iblis meminta kepada Allah agar mereka diikutkan bersama dengan orang-orang yang melakukan perjalanan tanpa tujuan yang baik.

4. Iblis meminta kepada Allah agar kamar mandi yang digunakan manusia sebagai rumahnya.

5. Iblis meminta kepada Allah agar pasar dijadikan sebagai masjidnya.

6. Iblis meminta kepada Allah agar Syair dijadikan sebagai Al-Qur’anya.

7. Iblis meminta kepada Allah agar orang-orang yang mabuk dijadikan teman tidurnya.

8. Iblis meminta kepada Allah agar diberikan saudara, yaitu bagi manusia yang membelanjakan harta untuk jalan maksiat itulah saudara Iblis.

9. Iblis meminta kepada Allah agar mereka tidak bisa dilihat manusia, akan tetapi mereka bisa melihat jelas manusia.

10. Iblis meminta kepada Allah agar mereka bisa masuk kedalam aliran darah manusia dan menggoa manusia untuk berbuat tercela.

Nah itulah beberapa permintaan Iblis yang telah dikabulkan oleh Allah, semua permintaan tersebut jika kita pahami lebih mendalam, kita akan mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat besar, yakni Iblis selalu berada disekitar kita dan menggoda kita untuk selalu berbuat maksiat.

Fakta-fakta Besar tentang KA'BAH Yang Disembunyikan Dunia

Ka’bah merupakan sebuah kiblat bagi muslimin untuk menentukan arah mereka bersujud. Ka’bah juga digunakan oleh banyak orang untuk tempat menunaikan ibadah haji.
Namun tahukan Anda bahwa sebenarnya Ka’bah memiliki fakta yang besar dan disembunyaikan dari mata dunia? Berikut ini fakta-fakta unik dan besar tentang Ka'bah yang disembunyikan dari dunia yang mungkin anda belum ketahui.
Fakta-fakta Besar tentang KA'BAH Yang Disembunyikan Dunia
Foto KA'BAH di Mekkah
1. Ka’bah merupakan pusat bumi
Prof. Hussein Kamel merupakan seseorang yang telah membuktikan bahwa pusat bumi berada di Ka’bah atau di Mekkah. Hal ini bermula ketika Prof. Hussein membuat melakukan sebuah penelitian tentang pusat bumi, dari penelitian tersebut menggambarkan sebuah lingkaran yang berbentuk membujur, setelah sisi dari lingkaran tersebut diukur dengan teliti dan diambil garis tengah kemudian didapatlah sebuah pusat bumi yang ternyata terletak di Ka’bah atau Mekkah, fakta yang memperkuat hal ini adalah dengan foto satelit yang muncul pada di tahun 90an.  Dalam foto tersebut terlihat semua benua yang terdapat dibumi seolah-olah menunjukan bahwa condong ke arah Mekkah, di lain sisi bangunan tersebut juga tertata dengan sangat rapi di sisi pulau negara Arab Saudi.

2. Mekkah atau Greenwich?
Bersadarkan pertimbangan bahwa Mekkah merupakan pusat dari bumi, hal inilah yang menjadi perdebatan panas selama 4 dekade terakhir, ada sesorang yang menyatakan bahwa Mekkah merupakan pusat waktu seluruh dunia karena berada di pusat bumi, ada juga yang berpendapat bahwa Mekkah bukanlah pusat waktu, akan tetapi Greenwichlah yang merupakan pusat waktu.

Akan tetapi yang jelas Mekkah tidak dilewati oleh garis GMT, karena Mekkah merupakan nol bujur sangkar sehingga tidak dilalui oleh garis Greenwich yang dimulai dari Inggris, namun apabila Mekkah dijadikan pusat dari waktu, maka kaum muslimin akan lebih mudah dalam melakukan ibadah sholat.

3. Ka’bah merupakan pusat lapisan langit
Lapisan langit yang terdapat di alam semesta ada 7 lapisan, mulai dari lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi hingga lapisan terluar, lapisan langit tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda, namun memiliki fungsi untama yang sama yakni menangkal semua efek buruk yang berdampak pada kerusakan bumi seperti meteor jatuh, asteroid jatuh dan masih banyak lagi.

Jika Ka’bah merupakan pusat dari bumi, maka secara otomatis juga merupakan pusat dari lapisan langit, sehingga jika ditarik garis secara tegak lurus dari Ka’bah ke langit maka akan didapatkan sumbu atau pusat lapisan langit.

Nah itulah beberapa fakta besar dari Ka’bah yang terletak di Mekkah, kita sebagai kaum muslimin tentunya harus bisa bersenang hati, karena rumah Allah dibumi (Ka’bah) merupakan peninggalan terbesar dan memiliki banyak misteri yang belum bisa terpecahkan hingga sekarang ini.

3 Rahasia Besar yang Disampaikan Iblis Kepada Nabi Musa

Dikisahkan dalam sebuah hadist bahwa iblis pernah mengunjungi Nabi Musa. Iblis tersebut mengunjungi Nabi Musa untuk meminta bantuan agar dirinya tidak dimasukan kedalam Neraka Allah, karena Iblis sudah tahu menderitanya jika masuk ke dalam neraka.
3 Rahasia besar yang disampaikan iblis kepada Nabi Musa
Sosok Iblis
Iblis dimasukan kedalam  Neraka karena dahulu Iblis sangat mengedepankan egonya, Iblis tidak mau sujud didepan Nabi Adam, karena Iblis menganggap bahwa derajatnya lebih tinggi dari pada Nabi Adam, Iblis diciptakan dari api sedangkan Nabi Adam diciptakan dari tanah, hal inilah yang mendasari Iblis tidak mau sujud kepada Nabi Adam, karena hal tersebut Allah murka dan menguntuk para Iblis dan keturunanya untuk masuk kedalam Neraka dihari akhir nanti.

Namun salah satu Iblis tersebut takut masuk kedalam Neraka, Iblis satu ini mendatangi Nabi Musa dan meminta Nabi Musa untuk bertanya kepada Allah, apa yang harus dilakukan Iblis agar tidak masuk Neraka, kemudian Nabi Musa bertanya kepada Allah dan mendapatkan jawaban, setalah keesokan harinya Iblis datang dan meminta jawaban tersebut kepada Nabi Musa, lalu Nabi menjelaskan “Jika Engkau (Iblis) memang ingin bertaubat, Allah perintah padamu supaya Engkau sujud di kuburannya Nabi Adam”, mendengar akan hal tersebut kemudian Iblis sangat marah dan berkata “Dulu ketika Nabi Adam masih hidup, Aku tidak mau sujud! Apalagi sekarang Adam telah jadi tanah! Tidak, aku tidak mau sujud di kuburannya Nabi Adam!” (inilah yang menjadikan Allah mengqodarkan para Iblis untuk masuk ke dalam Neraka).

Kemudian sebelum Iblis meninggalkan Nabi Musa, Iblis berkata “Hai Musa, karena kamu telah baik dan mencoba menolongku, maka sebagai balasannya, aku akan menyampaikan 3 rahasia kepadamu Musa”.

Rahasia Pertama
“Tahukah Kamu Musa, kenapa manusia bisa marah-marah hingga sangat marah sekali ? Penyebabnya adalah Akulah yang sedang berada di hatinya. Aku dapat masuk kedalam pembuluh darah manusia”

Penjelasan: hal ini berarti Iblis sudah membuat atau menggoda manusia untuk selalu marah, dalam sebuah hadist Nabi pernah berkata “Janganlah marah...3x” selain itu Nabi juga mengajarkan oleh orang yang sedang marah untuk membaca ta’awud agar Iblis penggoda dapat menghilang.

Rahasia Kedua
“Tahukah kamu Musa mengapa ketika orang-orang Iman pergi berperang, lalu diantara orang yang beriman itu ada yang lari meninggalkan perang? Itu karena Akulah (Iblis) yang mengingatkan mereka akan harta, dan keluarganya yaitu anak dan istri yang mereka tinggalkan di rumah”

Penjelasan: salah satu dosa besar bagi para muslimin adalah meninggalkan perang, sekarang ini perang dapat disimulasikan sebagai sebuah tugas, apabila seseorang telah meninggalkan tugasnya maka seorang tersebut telah terpengaruh dengan Iblis.

Rahasia Ketiga
“Tahukah kamu Musa, bahwa ketika ada dua orang laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya berkumpul, maka Akulah orang ketiga yang sebenarnya di antara mereka dan Aku telah menggoda mereka sampai mereka melakukan zi*na”

Penjelasan: dari rahasia tersebut maka kita dapat menyimpulkan bahwa seorang lawan jenis yang sedang berduaan saja hukumnya haram, karena orang ketiga dari mereka adalah Iblis yang akan menjerumuskan kedalam perzin*aan.

Nah itulah 3 rahasia besar yang disampaikan iblis kepada nabi musa, kita sebagai manusia harus bisa menjaga diri agar tidak tergoda oleh Iblis dan terjerumus kedalam Neraka Allah seperti yang telah diQodarkan Allah kepada seluruh umat Iblis.

Minggu, 04 Januari 2015

Ayahku Bukan Ustadzku



Bisa jadi dan sangat mungkin ayah adalah sosok tak berilmu, tak hafal dan paham al-Qur’an, dan tak pernah duduk di majelis ilmu. Dan barangkali begitu pula dahulu keadaan leluhurnya walaupun pelaksanaan kewajiban shalat, zakat, dan lainnya tetap terlakasana.
Ayah pula adalah sosok yang berterik mentari di luar sana, bekerja di ladang. Keringatnya selalu saja membasahi pakaiannya untuk tetap menjadi penopang ekonomi keluarga sehingga tak berkesempatan mengajak atau mengajarkan engkau ayat-ayat langit, kalam-Nya yang mulia.
Atau ianya adalah sosok selalu tersapu oleh udara AC dalam ruangan untuk bergulat dengan lika-liku pekerjaan kantor yang menumpuk demi mencari sesuap nasi untuk keluarga. Hanya lemah dan letih tersisa di rumah. Ujungnya, dahulu, pendidikan agamamu begitu terabaikan, tak tersentuh.
Dan kini, ayah hanya menjadi kenangan tersimpan apik dalam album memori karena Allah berkehendak bahwa dialah yang lebih dahulu menghadap Rabb alam semesta.
Tetapi itu adalah ketetapan langit dan telah terjadi. Ingatan masa lalu yang membulirkan air mata tak akan pernah sedikitpun mengubah suratan takdir selamanya. Biarlah, biarlah itu menjadi alur masa silam yang telah terkisahkan untuk menjadi momen berharga di hari ini dan di hari esok sambil menggerombolkan do’a untuk ayah dan para leluhurnya.
Lebih dari itu, ada segenggam tugas yang tersirat dalam petikan takdir, sebuah PR di akhir zaman ini untuk menjadikan diri lebih berkualitas dan berkemilau dari segi ilmu sebagai bekal terindah dan berharga untuk anak-anak kita kelak. Sehingga mereka tak hanya berada dalam pangkuan dan semata buaian namun larut jua dalam pendidikan kita sebagai ayahnya, sebagai ustadznya.
Jika menengok cermin mutiara masa lalu yang indah bercahaya nan harum semerbak, didapati tak sedikit para ulama lahir dari madrasah dan didikan berkualitas sang ayah.
Ahmad bin ‘Abdul Halim namanya yang lebih tenar dengan panggilan Ibnu Taimiyyah, sang Syaikhul Islam yang karya-karyanya melintasi dimensi waktu. Ianya adalah mutiara dan bintang zaman yang terdidik apik dalam mercusuar ilmu sang ayah.
Mata kami terkagum terkagum dan berbinar karena ianya adalah keluarga bintang yang menyinari cahaya Islam dengan wasilah ilmu. Tentang keluarganya, para ulama menyebutkan:
كان جده كالقمر وكان أبوه كالنجم وكان هوا كالشمس
Seperti rembulan kakeknya, bak bintang ayahnya dan Ibnu Taimiyyah sendiri ibarat mentari.”[1]
Para ulama menyebutkan dalam biografi Ibnu Taimiyyah bahwa diantara ratusan gurunya, ilmu sang ayah lah yang paling banyak ia serap.[2].
Kakek dan ayahnya adalah seorang ulama dan mereka saling mewarisi ilmu turun temurun dalam keluarga. Sang ayah menjadi ustadz sang anak dan sang anak menjadi murid sang ayah.
Begitu pula para salaf dahulunya, anak-anak mereka adalah murid pertama dan utama yang menjadi objek pengajaran di rumah. Dengan kata lain, mereka adalah guru dan ustadz untuk anaknya masing-masing, tak semata hubungan anak dan ayah.
Kami menemukan ungkapan imam Malik yang mengisahkan keindahan pengajaran para salaf untuk buah hati di rumah mereka. Imam Malik mengatakan:
كان السلف يعلمون أولادهم حب أبي بكر وعمر كما يعلمون السورة من القرَآن
Dahulunya para salaf mengajarkan anak-anak mereka untuk mencintai Abu Bakr dan ‘Umar sebagaimana mengajarkan surat dalam al-Qur-an.”[3]
Mereka telah mampu menciptakan episode dan kenangan terindah bagi anak-anak untuk menjadi bekal mengarungi kehidupan. Dan ini tumbuh dari dorongan iman jauh sebelum menikah bahwa anak-anak mestilah menjadi murid bagi sang ayah.
Beranjak lebih dekat lagi ke zaman nubuwwah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suatu ketika menyebutkan akan ada hari-hari di akhir zaman nanti dimana ilmu lenyap terangkat, lantas para sahabat bertanya keheranan:
كيف يذهب العلم وقد قرأنا القرآن وأقرأناه نساءنا وأبناءنا
Bagaimana mungkin ilmu lenyap sementara kami membaca al-Qur’an dan kami membacakannya (mengajarkannya -ed) untuk istri dan anak-anak kami?”[4]
Kepada sang Nabi shallallahu‘alaihi wasallam, para sahabat mengungkapkan aktifitas ilmiah mereka di rumah bahwa mereka membaca dan mengajarkan al-Qur’an kepada anak-anak. Tersirat bahwa mereka adalah ustadz dan mu’allim (pengajar) bagi buah hati.
Sungguh kita tersadar, diri ini bukanlah sosok Ibnu Taimiyah yang tumbuh dalam didikan dan pendidikan ‘Abdul Halim, ayahnya, hingga ia tumbuh menjadi mutiara pengemilau zaman hingga hari ini. Kita pun bukan ‘Abdul Halim seorang ulama yang tumbuh dalam didikan dan pendidikan kakek Ibnu Taimiyyah yang berilmu dan mampu mendidiknya hingga ia menjelma menjadi ulama.
Tetapi harapan yang terkomposisikan dengan do’a dan usaha untuk menjadi ayah yang baik sekaligus ustadz bagi buah hati kelak akan selalu ada karena detak jantung ini masih berdegup dan ruh masih berada dalam raga.
Biarlah ingatan masa lalu bahwa “ayahku bukan ustadzku” terkenang dalam memori saja karena telah menjadi suratan takdir. Lalu diri berjanji sepenuh hati, kelak akan menjadi panutan bagi anak-anak guna berusaha menyelamatkan mereka dari api akhirat, tak hanya dari api dunia; dan menjadi pengajar agama buat mereka, tak hanya menjadi semata ayah dalam talian hubungan darah.
Siap menjadi suami dalam balutan bingkai pernikahan sejatinya siap menjadi guru bagi istri dan anak-anak. Maka “Anakku adalah muridku” mesti terpatri dalam hati semenjak kini walaupun diri tak tahu kapan ia menggenapkan separuh agamanya.

End Notes:
[1] Lihat Taisiyr Rabb al-Bariyyah fiy Syarh al-Aqidah al-Wasithiyyah, Dar Ibnu Jauziy, Saudi Arabia, hal 9
[2] Ibid
[3] Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnnah, juz 7, hal 1240, dalam Kun Salafiyyan ‘alal Jaddah.
[4] Lihat Shahih Washaya ar-Rasul, hal 256, jilid 1, Dar at-Taufiqiyah li at-Turats, Mesir.

Raihlah Enam Keuntungan Menggunakan Kalender Hijriyyah


Bismillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Suatu fenomena yang menyedihkan, banyak di antara kaum muslimin yang masih asing dengan kalender mereka sendiri, bukan hanya orang awamnya, namun juga thalabatul ‘ilmi (penuntut ilmu agama) di antara mereka. Padahal di dalam penggunaan kalender Hijriyyah terdapat banyak barakah dan keuntungan. Sayangnya, banyak dari kaum muslimin tidak mengetahui keuntungan-keuntungan yang didapatkan dengan penggunaan kalender Hijriyyah dalam kesehariannya. Nah, berikut enam keuntungan yang bakal Anda dapatkan jika Anda menggunakan kalender Hijriyyah,

1. Menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Ketauhilah,berkalender Hijriyyah merupakan perintah Allah, hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَسْأَلونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ
“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji”(QS. Al-Baqarah: 189).
Sisi pendalilan
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan hilal (bulan sabit) sebagai tanda mulai dan berakhirnya bulan, maka dengan munculnya hilal dimulailah bulan baru dan berakhirlah bulan yang telah lalu. Dengan demikian, hilal-hilal itu sebagai patokan waktu dalam kehidupan manusia dan ini menunjukkan bahwa hitungan bulan adalah Qamariy (berdasarkan peredaran bulan) karena keterkaitannya dengan peredaran bulan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,Maka Dia (Allah) mengabarkan bahwa hilal-hilal itu adalah patokan waktu bagi manusia dan ini umum dalam setiap urusan mereka, lalu Allah menjadikan hilal-hilal itu sebagai patokan waktu bagi manusia dalam hukum-hukum yang ditetapkan oleh syari’at, baik sebagai tanda permulaan ibadah maupun sebagai sebab diwajibkannya sebuah ibadah dan juga sebagai patokan waktu bagi hukum-hukum yang ditetapkan berdasarkan syarat yang dipersyaratkan oleh seorang hamba.
Adapun dalil yang menunjukkan bahwa  berkalender Hijriyyah merupakan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,
إذا رأيتم الهلال فصوموا وإذا رأيتموه فأفطروا فإن غم عليكم فاقدروا له
Apabila kalian melihat hilal (awal Ramadhan) maka berpuasalah, dan apabila kalian melihatnya (pada akhir bulan) maka berbukalah (Idul Fithri). Maka apabila (pandangan) kalian tertutupi mendung genapkanlah bulan dengan tiga puluh“(HR. Al-Bukhari 2/674, Muslim 2/762).
Sisi pendalilan
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan akhir bulan Sya’ban dan masuknya bulan Ramadhan dengan melihat hilal dan diqiyaskan dengan hal ini bulan-bulan yang lain.
Fadhilatusy Syaikh Dr. Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Jibrin rahimahullah berkata,
Aku wasiatkan kepada umat ini dan pihak yang berwenang di negeri kaum muslimin di manapun berada untuk berpegang teguh dalam penanggalan mereka dengan kalender Hijriyah dalam rangka menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan dalam rangka berpegang teguh dengan Sunnah Khulafa ar-Rasyidin dan Ijma’ (kesepakatan) sahabat, dan sebagai bentuk kebanggaan dengan apa yang telah disyari’atkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala(Istikhdamut Tarikhil Miladi,http://www.dorar.net/art/223).

2. Berpegang Teguh Dengan Sunnah Al-Khulafa Ar-Rasyidin dan Ijma’ Sahabat

Berkalender Hijriyyah merupakan bentuk berpegang teguh dengan Sunah Khulafa Ar-Rasyidin dan Ijma’ sahabat, mengapa?
Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata dalam Shahihnya,
Bab Penanggalan. Darimana mereka menentukan penanggalan?
عن سهل بن سعد قال ما عدوا من مبعث النبي صلى الله عليه وسلم ولا من وفاته ما عدوا إلا من مقدمه المدينة
“Dari Sahl bin Sa’ad berkata, Mereka (para Sahabat) tidaklah menghitung (penanggalan) berdasarkan saat diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak pula berdasarkan wafat beliau, namun hanyalah berdasarkan awal tahun masuknya beliau ke kota Madinah (Hijrah)”.
Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan tentang sejarah asal pencanangan kalender Hijriyyah, bahwa Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu ditegur oleh Abu Musa radhiallahu ‘anhu ketika menulis surat tanpa tanggal lalu Umar pun memerintahkan orang-orang untuk membuat penanggalan dengan dasar hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mereka pun melakukannya (http://library.Islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=7151&idto=7154&bk_no=52&ID=2186).
Berarti nampak dari penjelasan di atas, bahwa pencetus kalender Hijriyyah adalah salah satu dari Al-Khulafa Ar-Rasyidin, yaitu Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu dan diikuti oleh para sahabat radhiallahu ‘anhum tanpa ada penentangan sedikit pun, ini menandakan telah terjadi ijma’ (kesepakatan) di antara mereka.

3. Berkalender Hijriyyah Berarti Memudahkan Kita Mengetahui Waktu-Waktu Ibadah

Banyak waktu-waktu ibadah yang ditentukan dengan kalender Hijriyyah, misalnya tentang ibadah haji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَسْأَلونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ
“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji” (QS. Al-Baqarah: 189).

4. Berkalender Hijriyyah artinya mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menyelisihi musyrikin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara umum memerintahkan kita untuk menyelisihi perkara yang menjadi ciri khas kaum musyrikin, beliau bersabda,
خالفوا المشركين
“Selisihilah kaum musyrikin!” (Muttafaqun ‘alaihi).
Sedangkan nashara serta romawi sebagai biang kerok munculnya kalender masehi adalah bagian dari kaum musyrikin. Maka, kita dituntut untuk menyelisihi mereka dalam perkara yang menjadi ciri khas mereka (diantaranya dalam masalah berkalender masehi)  (baca Tahukah Anda 5 Rahasia dibalik kalender masehi?).

5. Berkalender Hijriyyah Menunjukkan Keterikatan Diri Kita dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam

Hal ini karena dasar perhitungan kalender Hijriyyah adalah berdasarkan hijrahnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga membuat setiap orang yang berpenanggalan dengan kalender ini akan mengingat hjrah dan perjuangan Nabinya shallallahu ‘alaihi wasallam, serta mengingatkan pada peristiwa-peristiwa Islam dan keadaan-keadaan kaum muslimin di masa lalu. Selanjutnya diharapkan setiap muslim yang berkalender dengannya akan bisa mengambil suri tauladan dari Nabinya shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa tersebut.

6. Berkalender Hijriyyah Artinya Mengibarkan Bendera Syi’ar Umat Islam dan Simbol Kekokohan Jati Diri Mereka

Umat Islam bukan umat pengekor. Umat Islam adalah pemimpin dunia. Khalifatun fil ardh, maka tentunya tidak pantas kalau mengambil simbol kuffar dengan penanggalan masehi. Bahkan seorang muslim diperintahkan untuk memiliki jati diri yang khas.
Wa shallallahu ‘ala Muhammadin wa ‘ala Alihiwa Shahbihi wa sallam, wa Akhiru Da’waanaa anil Hamdulillah Rabbil ‘Alamin.

Minggu, 30 November 2014

Amin, Satu Kata untuk Pelebur Dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أذا أمن الإمام فأمنوا فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه
Jika seorang imam mengucapkan ‘amin’ maka ucapkanlah pula ‘amin’ karena ungkapan amin seseorang yang bersesuaian dengan ungkapan amin para malaikat akan terampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadits di atas diriwayatkan oleh Bukhariy dan Muslim.1
FAWA’ID AL-HADITS:
Faidah Pertama: Apa yang dimaksud dengan ungkapan amin?
Ungkapan amin bermakna ‘Allahumma istajib’ (Ya Allah, kabulkanlah).2
Faidah Kedua: Apa hikmah mengucapkan amin setelah imam selesai membaca alfatihah?
Secara umum, dalam setiap kebaikan yang diperintahkan oleh Islam mengandung begitu banyak hikmah dan kebaikan untuk manusia itu sendiri. Ini sesuai dengan salah satu kaidah agung yang ditetapkan Islam:
الدين جاء لسعادة البشر
Islam terbit untuk kebahagiaan manusia”3
Dalam hadits ini terdapat sebuah pelajaran yang mulia nan agung yaitu pensyariatan ungkapan amin dan keutamaan yang diperoleh bagi orang yang mengucapkannya.
Surat al-Fatihah mengandung do’a teragung, termulia dan terbaik seperti yang diungkpakan para ulama dalam kitab mereka. Secara umum, dalam kitab-kitab yang mensyarah hadits ini, diungkapkan bahwa pensyariatan amin dikaitkan dengan doa yang termaktub dalam al-Fatihah.4
Faidah Ketiga: Kapan amin diucapkan?
Para ulama menjelaskan bahwa amin diucapkan beberapa saat setelah imam selesai membaca surat al-Fatihah.5
Faidah Keempat: Apakah ma’mum mengucapkan amin mendahului imam atau setelah ungkapan amin sang imam?
Dari hadits tersebut nampak bahwa amin sang imam lebih dahulu dibanding amin ma’mum namun jumhur ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “ammana al-imam (أمن الإمام)” adalah saat sang imam akan memulai ungkapan amin. Saat inilah ma’mum bersegera mengucapkan amin sehingga ungkapan imam dan ma’mu menyatu dalam satu waktu.6
Faidah Kelima: Bolehkan ma’mum mendahului amin imam?
Tidak boleh bagi makmum mendahului unngkapan amin sang imam atau mengakhirkannya agar mendapat keutamaan besar yang disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini.
Faidah Keenam: Apakah yang terhapus adalah semua jenis dosa?
Secara umum, dalam ilmu Ushul Fiqh, lafadz “maa (ما)” adalah “ism maushul” yang bermakna umum. Artinya, berdasarkan redaksi di atas, dosa yang disebutkan mengandung dosa kecil dan besar.7 Namun, para ulama yang meneliti nash mengungkapkan bahwa pengguguran dosa yang dimaksud dalam hadits di atas dan hadits lain yang sejenisnya berhubungan dengan dosa kecil saja.8
Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy mengungkapkan bahwa semua nash yang mengandung pengampunan dosa ditujukan terhadap dosa kecil, bukan dosa besar. Dosa besar gugur dengan taubat yang dilakukan seorang hamba.9
Faidah Ketujuh: apa yang dimaksud dengan “muwaafaqah (موافقة)/berkesesuaian”?
Para ulama berbeda pendapat tentang makna “muwaafaqah (موافقة)/berkesesuaian.”
  1. Kesamaan waktu. Artinya, amin ma’mum dan amin para malaikat bersamaan di waktu yang sama. Kebersamaan do’a dan berpadunya waktu adalah salah satu factor diterimanya doa apalagi doa tersebut bersesuaian dengan doa para malaikat yang memang tidak bermaksiat kepada Allah, melakukan apa yang Allah perintahkan, bershaf-shaf di sisi Allah, bertasbih dan bersujud kepada Allah ‘azza wajalla.
  1. Kesamaan ma’mum dengan sifat dan keadaan malaikat yaitu memandang kerendahan diri saat berdoa, menundukkan hati dan khusyu’ karena Allah tidak menerima doa dari hati dan jiwa yang lalai.10
Faidah kedelapan: Siapa malaikat yang disebutkan dalm hadits di atas?
Para ulama menjelaskan bahwa para malaikut pun mendengar bacaan imam11. Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang malaikat mana saja yang dimaksudkan dalam hadits di atas.
Syaikh ‘Abdurrahman bin ‘Abdullah al-Bassam mengungkapkan bahwa malaikat yang dimaksud adalah malaikat yang ikut menyaksikan shalat tersebut baik malaikat yang ada di bumi maupun malaikat yang ada di langit.12
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin mengungkapkan bahwa malaikat yang dimaksudkan hanyalah malaikat yang diijinkan Allah untuk mengucapkan amin bersama orang yang shalat.13 Dan ini tidak berlaku bagi malaikat yang tidak diijinkan Allah.14
Penutup:
Ada banyak sekali permasalahan fiqhiyyah yang berkaitan dengan hadits di atas, misalnya status hukum ucapan amin dalam shalat, apakah imam wajib membaca amin baik dengan mengeraskan hingga terdengar makmum atau dengan suara pelan, ataukah sebatas sunnah baginya, dan permasalahan lain.
Hanya saja, alangkah baiknya bagi imam dan makmum, dan ini begitu disarankan para ulama, untuk membaca amin dalam waktu yang sama dengan suara yang terdengar sehingga mereka mendapat keutamaan penghapusan dosa. Begitu pula ketika membaca amin diharapkan dengan hati yang khsuyu’ penuh ketundukan sehingga menyerupai keadaan para mailaikat.
Sungguh, kita dapati sebagian saudara kita begitu lalai membaca amin dalam shalat padahal para ulama mengungkapkan bahwa kesempatan membaca amin dalam shalat ini dengan ungkapan:
هذه غنيمة جليلة وفرصة ثمينة ألا وهي غفران الذنوب بأيسر الأسباب فلا يفوتها إلا محروم
Ini adalah harta/kemenangan (peraihan sesuatu tanpa ada kesulitan sedikit pun –ed) yang mulia dan kesempatan yang begitu berharga yaitu pengampunan dosa dengan wasilah yang paling mudah. Orang yang terluput dari kesempatan ini hanyalah orang-orang yang memang diharamkan untuk meraihnya ”
Referensi:
  1. Ta’liqat ‘ala ‘Umdah al-Ahkam, karya syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy, Dar a’Atsar, Mesir.
  2. Mandzumah Ushul al-Fiqh wa Qawa’iduhu, karya Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Dar Ibn Jauziy, Saudi Arabia
  3. Taisiyr al-‘Allam Syarh ‘Umdah al-Ahkam, karya syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam, Dar al-Aqidah, Mesir.
  4. Syarh ‘Umdah al-Ahkam, karya syaikh Sa’ad bin Nashir as-Syatstriy, Dar Kanuz Isybilya, Arab Saudi
  5. Tanbih al-Afham Syarh ‘Umdah al-Ahkam, karya syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Maktabah as-Shabah, Mesir.
  6. Zubdah al-Afham bi Fawa-idh ‘Umdah al-Ahkam, karya syaikh Abu ‘Usamah Salim bin ‘Ied al-Hilaliy, Dar Ibn Hazm, Libanon.
Catatan kaki
1 Lihat Zubdah al-Afham,hal 353.
2 Lihat Ta’liqat ‘ala ‘Umdah al-Ahkam, hal 112
3 Lihat Mandzumah Ushul al-Fiqh, hal 49.
4 Lihat Taisiyr al-‘Allam, hal 144, dan kitab lainnya.
5 Ibid.
6 Lihat Syarh ‘Umdah al-Ahkam, hal 187.
7 Ibid, hal 188
8 Lihat Taisiyr al-‘Allam, hal 145
9 Lihat Ta’liqat ‘ala ‘Umdah al-Ahkam, hal 113
10 Ibid, hal 112
11 Lihat Syarh ‘Umdah al-Ahkam, hal 187
12 Lihat Taisiyr al-‘Allam, hal 144
13 Lihat Tanbih al-Afham, hal 178
14 Lihat Syarh ‘Umdah al-Ahkam, hal 187

Kamis, 27 November 2014

Peran peradaban Islam dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan

Halo semua! Tabik! Pada kesempatan kali ini gua mau ceritain lo tentang sepotong kisah perjalanan sejarah yang seru banget tapi sekaligus juga ironis dari peradaban yang telah luar biasa berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern. Peradaban ini adalah pemegang obor estafet kedua dari perkembangan ilmu pengetahuan umat manusia, yang pertama dimulai sejak era klasik Yunani, Romawi, Persia, India. Untuk selanjutnya tongkat obor tersebut diestafetkan ke para ilmuwan-ilmuwan Eropa yang mulai memasuki Zaman Renaissance.
Wah terus peradaban apa dong yang menjadi jembatan peralihan antara jaman klasik ke era renaissance dan enlightenment? Yak, seperti yang lo tebak dari judulnya kita akan cerita seru tentang Zaman Keemasan peradaban Islam dimana seluruh ilmuwan dan cendekiawan paling briliant di muka bumi ini pada saat itu berkumpul dalam satu kekhalifahan Arab, Persia, dan Spanyol.
Maqamat_hariri
Lukisan karya Yahyá al-Wasiti, Baghdad 1237 tentang situasi studi di bawah dinasi Abbisiyah | sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_Golden_Age
Buat lo yang udah belajar pake Kurikulum 2013, mungkin udah gak asing dengan topik ini. Kalo gue perhatiin, banyak banget para ilmuwan dari era emas peradaban Islam ini sering banget disebut pada hampir semua topik mata pelajaran buku pegangan lo semua. Sebetulnya topik ini juga cukup sering disebut di berbagai perkumpulan, baik di kelas, di masjid, di kelompok-kelompok studi tertentu, atau dalam diskusi terbuka. Cuma sayangnya, kalo gue perhatiin biasanya mereka yang menyebut tentang era emas peradaban Islam ini cuma "asbun" doang (asal bunyi), alias gak bener-bener ngerti secara mendalam soal apa yang jadi produk dari Zaman Keemasan Islam tersebut. Dari mulai gimana latar belakangnya, kenapa peradaban itu bisa menghasilkan begitu banyak perkembangan ilmu pengetahuan, tokoh siapa aja yang berperan dibalik itu, faktor pendukung era itu terus berlanjut, sampai apa yang menjadi penyebab zaman keemasan peradaban Islam itu pada akhirnya hancur.
Nah, di artikel zenius kali ini, gua akan mencoba mengupas secara singkat seluruh dinamika era peradaban emas Islam. Tentunya ada banyak hal yang mungkin gua lewatkan karena gak mungkin gua bisa merangkum semua hal yang terjadi dalam kurun waktu kurang lebih 500 tahun hanya dengan sebuah artikel. Tapi moga-moga artikel ini tetap bisa jadi pemicu buat lo mencari tau lebih lanjut tentang dahsyatnya peradaban ini.

Sebetulnya di mana sih era keemasan Islam itu? Mengacu ke bagian waktu mana sih dalam sejarah?

Map_of_expansion_of_Caliphate.svg
Pemetaan gabungan jazirah kerajaan khalifah dari ekspansi Muhammad, Rashidun, dan Ummayyad.
Sebelum kita lanjut bahasannya lebih dalem, ada baiknya kita harus tau dulu kapan sebetulnya Islamic Golden Age itu? Oke jadi yang dimaksud sama Zaman Keemasan Islam itu adalah sebuah periode ketika Dunia Arab secara politis bersatu di bawah kekhalifahan. Pada era ini, khususnya di bawah pemerintahan Harun Al Rasyid dan Al Ma’mun, dunia Islam mengalami kemajuan ilmu pengetahuan, sains, dan budaya yang luar biasa pesat. Secara tradisional, periode ini punya rentang antara abad 8 Masehi hingga abad 13 Masehi. Banyak ahli sejarah yang punya pendapat bahwa periode ini juga ditandain sama waktu berdirinya Bayt al Hikmah (750 - 1258) yang merupakan pusat studi, perpustakaan, sekaligus universitas terbesar di dunia pada saat itu. Pada periode yang cukup panjang ini (sekitar 500 tahun), bisa dikatakan tidak ada peradaban lain di muka bumi yang bisa menandingi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam, dari mulai Eropa, Cina, India, semuanya salut dengan kegigihan kekhalifahan yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan melebihi peradaban manapun pada masa itu.

Perkembangan ilmu pengetahuan sebelum peradaban Islam

1280px-Raphael_School_of_Athens
Lukisan School of Athens karya Raffaello Sanzio
Sebelum masuk ke bahasan utama, gua pengen singgung sedikit aja perkembangan ilmu pengetahuan sebelum peradaban emas Islam yang nantinya bakal banyak jadi sumber inspirasi dari perkembangan budaya dan filosofis Islamic Golden Age. Sebelum era Islamic Golden Age, perkembangan ilmu pengetahuan bermula secara terpisah dari Yunani, India, dan Persia.
Era filsafat klasik Yunani dimulai abad 6 sebelum Masehi, yang menjadi titik fondasi filsafat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada era inilah, konsep awal sebuah negara dibuat, hukum-hukum logika, deduksi, induksi, silogisme digagas. Pada era inilah juga klasifikasi ilmu yang kita ketahui sekarang dirangkai, dari mulai biologi, matematika, astronomi, ekonomi, politik, hukum, dlsb.
Sementara itu di India dan Persia, peradaban kuno di sana udah bikin penghitungan sampe 1012 yang ditulis pada Kitab Yajurveda (1200 SM). Pada 800 SM, seorang filsuf bernama Baudhyana, telah memikirkan konsep dasar teorema Pythagoras. Dalam dunia astronomi, kitab Vedanga Jyotisa (abad 6-4 SM) udah ngebicarain masalah perhitungan kalender, pengukuran astronomis, dan penetapan aturan-aturan dasar observasi benda langit. Kemudian angka yg kita pake sekarang nih (0-9) awalnya dikembangin oleh matematikawan India di jaman dinasti Maurya. Sementara itu, konsep angka 0 (nol) sendiri juga pertama kali dikembangin oleh Aryabhata (kira2 500 M) yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Al Khwarizmi (780-850 M) dan Al Kindi (801-873 M). Jadi banyak yang sekarang salah sangka bahwa angka ini disebutnya “angka Arab”, harusnya yang bener itu “angka Hindu-Arab”.
Naah, itulah tadi sebagian dari pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dari Yunani, India, dan Persia yang memberikan kontribusi yang besar kepada perkembangan ilmu pengetahuan kekhalifahan zaman keemasan Islam. Nah, sekarang kita langsung aja mulai tentang awal terbentuknya peradaban keren ini.

Apa yang menjadi pemicu lahirnya peradaban emas Islam ini?

Secara sederhana, era ini dipicu oleh banyak hal yang saling mendukung satu sama lain.
  1. Hal pertama adalah ketika khalifah pertama Dinasti Umayyah yaitu Mu’awiyah ibn Abu Sufyan (setelah para khalifah Rashidun: Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali’) melakukan invasi ke daerah Transjordania dan Syiria sampai dia menemukan banyak banget manuskrip-manuskrip kuno di Kota Damaskus yang diwariskan dari perkembangan ilmu pengetahuan Yunani dan Romawi (Sokrates, Plato, Aristoteles, Galen, Euclid, dsb). Berdasarkan penemuannya itu, Mu’awiyah terinspirasi buat bikin pondasi peradaban Islam yang berdasarkan ilmu pengetahuan.
  2. Pemicu yang kedua, adalah karena pada saat yang bersamaan kekhalifahan Ummayyah sedang mengadopsi teknologi penulisan naskah di atas kertas yang awalnya berkembang di Tiongkok. Dengan perkembangan teknologi penulisan itu, Mu’awiyah juga menyewa tenaga ilmuwan-ilmuwan dari Yunani dan Romawi untuk melakukan terjemahan terhadap naskah-naskah kuno tersebut ke dalam bahasa Arab
  3. Pemicu ketiga adalah ketika dinasti Ummayah beralih menjadi dinasti Abbasiyah yang ditandai perpindahan pusat pemerintahan dari Damaskus ke Baghdad di Mesopotamia. Dengan perpindahan pusat pemerintahan itu, yang dulunya (waktu di Damaskus) peradaban Islam dapet pengaruh kebudayaan dan ilmu pengetahuan dari Yunani dan Romawi, nah pas di Baghdad dapet tambahan pengaruh lagi dari kebudayaan Persia dan India. Komplit lah sudah! Seluruh sumber ilmu pengetahuan terlengkap yang dimiliki umat manusia (Yunani, Romawi, Persia, India) pada saat itu akhirnya bisa ngumpul di satu titik lokasi.
  4. Pemicu yang keempat adalah pengaruh 2 orang khalifah besar, yaitu Harun Al Rasyid dan anaknya, Al Ma’mun yang punya cita-cita mulia untuk membangun peradaban Islam yang menjunjung tinggi perkembangan sains, logika, rasionalitas, serta menjaga kemajuan ilmu pengetahuan serta meneruskan perkembangan ilmu yang telah diraih oleh Bangsa India, Persia, dan Byzantium. Tanpa adanya peran mereka berdua yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, Zaman Keemasan Islam kemungkinan ga bakal pernah muncul pada masa itu.

Oke, jadi siapa aja sih tokoh-tokoh dalam Islamic Golden Age? Terus ilmu pengetahuan dan budaya apa saja yang berkembang pesat di masa itu?


1. Abu Ali al Husayn Ibn Abdallah Ibn Al Hasan Ibn Ali Ibn Sina

avicenna
Ibn Sina aka Avicenna
Ini dia nih yang kemungkinan besar lo udah pada tau. Ibn Sina atau Avicenna adalah seorang polymath jenius asal Uzbekistan yang bener-bener mendalami hampir semua ilmu pengetahuan, dari mulai filsafat, kedokteran, astronomi, sekaligus ilmuwan. Avicenna ini ngeluarin mahakarya kedokteran yang judul “Al Qanun fi al Tibb” atau “The Canon of Medicine” dan jadi buku pegangan utama para mahasiswa kedokteran di penjuru Eropa sampe abad ke 18, atau kurang lebih 700 tahun ke depan! Gile ga tuh!?
Lo bisa bayangin aja kalo pada jaman itu, dunia medis masih sangat miskin pengetahuan, kebanyakan tabib hanya meraba-raba berdasarkan pengalaman tanpa didasari eksperimen serta pengetahuan yang sahih tentang bagaimana sistem tubuh manusia bekerja. Nah, pada jaman itu, Avicenna-lah mengumpulkan seluruh pengetahuan ilmu faal, anatomi, intervensi medis dari jaman klasik Yunani/Romawi dan Persia/India sejak jaman Hippokrates dan Galen, sekaligus digabung sama riset medis yang dilakuin sendiri sama Avicenna. Saking kerennya nih buku, Avicenna sampe-sampe disebut sebagai “Bapak Pengobatan Modern”.
Pada masanya, Avicenna ini dikenal sebagai orang yang berpikiran sangat logis dan rasional, jauh melampaui manusia-manusia pada zamannya. Perkembangan intelektual Avicenna sangat dipengaruhi dari ajaran Aristoteles dan Plato sebagai perintis tonggak pertama konsep filsafat logika serta budaya untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu sampai sedalam-dalamnya. Berdasarkan itu, Avicenna tidak cuma mengembangkan banyak ilmu pengetahuan, tapi juga mengkritik banyak perkembangan ilmu yang keliru dan masih nyampur-nyampur sama hal-hal mistis dan supranatural.
  • Metodologi Penelitian: Selain buku the Canon of Medicine, Avicenna juga membuat “Kitab al Shifa” atau lebih dikenal dengan The Book of Healing. Dalam buku itu, Avicenna meletakkan dasar-dasar dan aturan dalam menjalankan metode eksperimen dalam mencari kebenaran dalam ilmu pengetahuan. Sampai akhirnya metode saintifik tersebut disempurnakan oleh Galileo yang menjadi Bapak Sains Modern.
  • Astronomi: Avicenna membantah klaim klaim para astrolog yang menyatakan bahwa pergerakan benda langit memiliki efek kepada nasib manusia itu adalah hal yang ngaco dan gak masuk akal. (dalam kitab: Ar Risalah fi Ibtal Ahkam al Nujum)
  • Kimia: Avicenna membantah klaim para alkimiawan (alchemist) yang menyatakan bahwa ada zat yang bisa mengubah timbal menjadi emas yang waktu itu beken dengan istilah “The Philosopher’s Stone" (ini gak ada hubungannya sama Harry Potter yah!)
  • Geologi: Dalam buku “The Book of Healing”, Avicenna juga membuat hipotesa bahwa awal terbentuknya gunung adalah proses pergerakan permukaan bumi seperti gempa bumi dan pergerakan sungai.
  • Fisika: Dalam bidang mekanika, Avicenna mengelaborasikan teori “motion” atau gerakan. Sedangkan dalam bidang fisika optik, dia sempat menyatakan bahwa cahaya memiliki kecepatan. Sampai akhirnya disempurnakan oleh Ole Rømer, Maxwell, dan Einstein.
  • Psikologi: Dalam psikologi, Avicenna juga menyatakan bahwa "jiwa" itu sebetulnya hanya merupakan bentuk persepsi fisiologis kesadaran manusia, dan bukan merupakan hal yang supernatural. Filosofi mengenai kejiwaan ini mempengaruhi banyak filsuf Barat jaman Renaissance, terutama René Descartes.

2. Abu Yusuf Ya’qub Ibn Ishaq Al Sabbah Al Kindi

Al-kindiWalaupun namanya ga setenar Avicenna atau Al Farabi, Al Kindi bisa disebut sebagai ilmuwan muslim terbesar sepanjang masa. Awalnya, Al Kindi dipercaya sama Khalifah Al Ma’mun buat jadi ketua tim penerjemah naskah-naskah filsafat kuno dari Yunani dan Romawi di Bayt al Hikmah. Kebayang doong, berarti dia sambil nerjemahin itu juga sambil baca macem-macem ilmu pengetahuan dari berbagai sumber paling awal peradaban filsafat klasik. Kalo ga ada Al Kindi, jangan harap deh kita bisa kenal yang namanya Avicenna, Al Farabi, dan Al Ghazali, karena mereka-mereka ini berhutang besar terhadap buah karya terjemahan dari naskah-naskah kuno hasil jerih payah Al Kindi.
Eit, tapi jangan disangka Al Kindi kerjaannya cuma nerjemahin doang yah, dengan pengetahuan yang dia serap itu, dia juga mensintesa hasil pemikirannya sendiri dengan membuat buku. Berapa banyak bukunya? Total jumlah buku yang dia tulis tuh lebih dari 260 judul! What?? Orang sakti mana jaman sekarang yang bisa sanggup nulis buku sebanyak itu?? Ckckkck..
Kalo gue sebutin karya-karya tenarnya, gue jamin lo udah ketiduran duluan sebelom abis lo baca ini artikel ini saking banyaknya. Buku-buku yang dia tulis itu ga cuma dari satu disipilin ilmu lho. Mulai dari filsafat, matematika, kedokteran, fisika, astronomi, kimia, sampai teori tentang musik dia tekunin abis-abisan. Wah, pasti dia langganan zenius.net tuh, hehe.. (becanda :P).
Berikut gue sebut aja beberapa kontribusi dia dalam ilmu pengetahuan: dalam bidang optik, dia menyebutkan bahwa agar mata bisa ngeliat benda, perlu perantara yang bisa ngarahin tuh benda ke mata kita, dalam hal ini udara. Dalam bidang kimia, dia bisa dibilang salah satu orang yang pertama kali menyuling alkohol dan memproduksi alkohol pabrikan dalam jumlah banyak. Selain itu, dia juga menentang para ahli alkimia yg nyebutin bahwa unsur bisa berubah-ubah. Dalam bidang matematika, Al Kindi merupakan salah satu orang pertama yang ngadaptasi angka India jadi sistem bilangan Hindu-Arab (0-9) yang kita pake sampe saat ini. Keren abis kaan??

3. Abu al Fath ‘Umar Ibn Ibrahim Al Khayyam

691484Al-Khayyam atau Omar Khayyam adalah seorang matematikawan, astronom, dan pujangga yang hebat! Tuh kan, siapa bilang ilmuwan tuh ga romantis? hehehe… Ilmuwan Persia ini lahir di Nishapur-Iran, menimba ilmu matematika di Samarkand, lalu kerja sebagai astronom di kota Bukhara, dua-duanya sekarang terletak di Uzbekistan.
Sumbangan terbesar Khayyam di dunia matematika adalah Segi Empat Khayyam-Saccheri, yang dia temuin pas lagi pusing mau nerangin ke masyarakat matematika soal postulat-postulatnya Euclid. Selain itu, dia juga dikenal sebagai orang yang pertama kali secara lengkap ngejabarin konsep Segitiga Pascal. Sehingga saat ini banyak ahli matematika yang sebenernya nyebut penjabaran binomial ini sebagai “Segitiga Khayyam-Pascal”.
Dalam dunia astronomi, ia bisa membuktikan bahwa Bumi berputar pada sumbunya. Selain itu, dia juga salah satu anggota tim perumus kalender Iran yang dikenal sebagai Jalali Calendar. Terakhir jangan lupa sama buku puisinya yang paling terkenal, yaitu Rubaiyat of Omar Khayyam. Rubaiyat ini udah diterjemahin ke puluhan bahasa di dunia lho!

4. Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al Khwarizmi

Al Khwarizmi
Eng ing eeeng! Ini dia nih yang juga paling mendunia namanya. Al Khwarizmi adalah Ilmuwan asal Khwarezm, Uzbekistan, ini berasal dari keluarga dengan latar belakang penganut agama Zoroastrianisme (Majusi).
Ilmuwan ini sering banget namanya kita sebut tanpa sadar, Yes betul, kata Algoritma berasal dari nama ilmuwan ini. Kontribusi terbesarnya ialah mengembangkan pendekatan khusus untuk memecahkan persamaan linear dan kuadrat, yang kita kenal dengan nama Aljabar. Konsep aljabar  ini, dia tulis dalam Kitāb Al Mukhtasar fi Hisāb al Jabr wa’l-Muqābalah atau “Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapkan dan Menyeimbangkan”.
Selain itu, beliau inilah yang berhasil memetakan pergerakan matahari, bulan, dan kelima planet yang dia tulis dalam kitab j al-Sindhind (Perhitungan Astronomi Pakistan dan India). Al Khwarizmi juga ditugaskan oleh Khalifah Al Ma’mun untuk membuat peta dunia, sekaligus mengukur keliling bumi melalui proyeksi terhadap gerakan matahari dan pendekatan matematis. Proyek ini menghasilkan salah satu kitab terbesarnya juga yaitu Kitāb surāt al-Ardh (Kitab Citra Permukaan Bumi), yang lebih terkenal di Barat dengan judul “Geography”.

5. Nasir al Din Tusi

Al-Tusi_Nasir
Tunggu! Siapa nih Al Tusi? Gue yakin pasti banyak dari lo yang bahkan belom pernah denger nama tokoh ini. Ilmuwan Persia abad ke 13 ini merupakan ilmuwan yang lumayan terakhir nongol di dunia Islam, setelah Baghdad diluluhlantakkan oleh bangsa Mongol dibawah kepemimpinan Hulagu Khan.
Karena terjadi pergeseran kekuasaan, Tusi mengabdikan dirinya kepada Khan. Apa sih istimewanya Tusi? Sama seperti ilmuwan yang gua sebut sebelumnya, doi juga seorang polymath yang nguasain banyak banget bidang ilmu kaya matematika, astronomi, fisika, kimia, biologi, serta sastra. Tapi yang paling bikin ilmuwan ini adalah teorinya tentang mekanisme Seleksi Alami yang membentuk keanekaragaman hayati di dunia, yang dia kemukain 750 tahun sebelum Charles Darwin dan Alfred Wallace, duet pengungkap rahasia Seleksi Alami.
Tusi nyebutin bahwa organisme-organisme yang lebih cepat untuk bermutasi dan berubah bentuk/memiliki perubahan fungsi organ akan lebih bervariasi dibandingkan individu lainnya. Badan organisme tersebut berubah karena faktor internal dan eksternal. Ini nih, yang merupakan titik awal pemikiran manusia tentang asal mula spesies terbentuk.
"The organisms that can gain the new features faster are more variable. As a result, they gain advantages over other creatures. [...] The bodies are changing as a result of the internal and external interactions."- Al Tusi, Kitab Akhlaq-i-Nasri
220px-Tusi-couple
Tusi couple yang menginspirasi konsep heliocentric model dari Nicolaus Copernicus
Selain mencetuskan gagasan tentang seleksi alami, Tusi juga merupakan orang yang berjasa dalam memberikan jalan untuk munculnya era Renaissance di Eropa, karena dialah yang menyelamatkan 400,000 buku ketika Bayt al Hikmah dihancurkan oleh Mongol. Ia membawa kabur naskah-naskah tersebut ke Observatorium Maragheh, Azerbaijan. Di tempat itu ia melanjutkan risetnya tentang pergerakan Bumi yang akhirnya menjadi inspirasi bagi Nicolaus Copernicus tiga abad kemudian sebagai orang pertama yang membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari, bukan sebaliknya.

6. Abu al Walid Muhammad Ibn Rushd

AverroesIbn Rushd atau lebih dikenal dengan nama Averroes adalah seorang polymath muslim yang lahir di daerah Andalusia, Spanyol. Cakupan bidang yang dia pelajari sangat luas dari mulai logika, filsafat, psikologi, geografi, matematika, sampai kedokteran. Ibn Rushd dikenal sebagai ilmuwan muslim terakhir yang dengan gigih memperjuangkan nilai-nilai logika dan metode sains dalam kebudayaan Islam ditengah gerakan dari lawan pemikirannya yaitu Al Ghazali yang mengkritik bahwa pencampuran ajaran filsafat Yunani dari jaman Aristoteles hingga, Avicenna dan Al Farabi itu sesat dan tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Gara-gara pembelaannya terhadap filsafat Yunani dan metode sains, dirinya dikucilkan dari komunitas Islam dan dianggap sesat oleh tiga agama sekaligus, Islam, Kristen, dan Yahudi. Sampai akhirnya khayatnya, Ibn Rushd tetap setia sama pandangannya bahwa ilmu pengetahuan, filsafat, dan agama bisa berjalan beriringan. Ironisnya, Ibn Rushd dikenang sebagai pejuang terakhir (sayangnya gagal) yang melakukan perlawanan terakhir para ilmuwan Islam untuk mengedepankan logika dan pendekatan metode saintifk.

Apa sih yang menjadi penyebab hancurnya masa peradaban emas Islam?

Okay, kalo di atas kita udah bahas beberapa ilmuwan dari zaman keemasan Islam yang menjadikan kerajaan kekhalifahan sebagai titik tonggak perkembangan ilmu pengetahuan yang bikin seluruh dunia terkagum-kagum dan angkat topi dengan peradaban ini, nah sekarang kita bahas tentang apa sih yang menjadi pemicu berakhirnya era emas ini. Sejauh penelusuran gue, ada dua hal signifikan yang menjadikan pemicu berakhirnya era emas ini.
  1. Pertama adalah kritik dari Al Ghazali yang menentang pengaruh dari filsafat Yunani yang mejunjung tinggi logika dalam penalaran ilmu dalam peradaban dunia Islam. Kendati Ibn Rushd bersikeras bahwa tidak ada kontradiksi antara filsafat Avicenna dan Al Farabi dengan ajaran agama, Al Ghazali tetap menyatakan "perang" terhadap pengaruh filsafat Yunani dan menginginkan pemurnian ajaran agama Islam. Sejak perubahan filosofi pemurnian itulah, Zaman Keemasan Islam mengalami kemunduran drastis, sehingga jarang sekali menghasilkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti pada abad 9-11 silam.
  2. Kedua, faktor lain yang turut mendorong runtuhnya era emas ini adalah serbuan dari bangsa Mongol yang akhirnya meluluhlantakkan Baghdad bersama dengan perpustakaan sekaligus pusat ilmu pengetahuan paling lengkap saat itu, Bayt Al Hikmah. Penghancuran ini sering dianggap sebagai titik balik penurunan dunia Islam di bidang pengetahuan. Untungnya, ratusan ribu manuskrip dari Bayt Al Hikmah sempat diselamatkan oleh Al-Tusi ke Observatorium Maragheh, Azerbaijan yang kemudian menjadi sumber referensi dan inspirasi para ilmuwan Eropa pada zaman renaissance dan enlightenment.

Apa sih hikmah yang bisa kita ambil dengan menelusuri lebih dalam tentang Islamic Golden Age ini?

Okay, udah menjadi rahasia umum bahwa sejak tragedi WTC 11 September 2001, peradaban Islam mendapat tantangan yang besar, terutama perubahan paradigma sebagian masyarakat dunia yang mengasosiasikan Islam dengan stigma negatif seperti terorisme, represi gender, hukum syariat, dlsb. Peristiwa 9/11 dan banyak konflik perang di Timur Tengah menjadi pemicu perang urat-syaraf antara dunia Islam dengan sebagian Barat hingga saat ini.
Melihat fenomena sosial seperti itu, banyak cendekiawan Islam yang mencoba untuk "mengingatkan" kembali bahwa peradaban dunia modern saat ini sebetulnya berhutang banyak terhadap era emas peradaban Islam di dalam setiap kesempatan, entah itu di ruangan kelas, mesjid, madrasah, atau forum yang terbuka untuk umum. Untuk hal yang satu itu gue sangat sepakat banget bahwa kita gak boleh melupakan kontribusi era emas peradaban Islam. Namun sayangnya, masih banyak dari bentuk diskusi itu yang lupa akan esensi sesungguhnya yang bisa kita dapatkan dari peradaban yang luar biasa ini. Esensi yang gue maksud ini adalah apa sih yang menyebabkan dunia Islam sempat menjadi pemegang obor estafet ilmu pengetahuan yang menerangi seluruh dunia? dan apa sebetulnya hal yang membuat era emas ini berakhir? Karena dengan mengetahui pemicu jatuh-bangunnya sebuah era emas, kita bisa banyak belajar untuk membangun kembali hal yang sama serta belajar dari kesalahan masa lalu untuk tidak mengulanginya kembali.
Dari apa yang ceritain di atas, gue ingin lo paham betul bahwa peradaban Islam pernah begitu maju karena peradaban Islam saat itu sangat menjunjung tinggi akses ilmu pengetahuan yang terbuka dari berbagai macam sumber. Mereka bisa maju dengan menghargai para ilmuwan sebelumnya kendati berasal dari kebudayaan berbeda (Yunani, Romawi, Persia, India) sebagai pemegang tongkat estafet pertama yang merapihkan cara pandangan kita mengenai klasifikasi ilmu dan logika. Peradaban Islam dulu begitu maju karena menghargai perbedaan serta terbuka dengan kelompok lain seperti Yahudi, Nasrani, Sabian, dan Zoroaster (Majusi) untuk ikut bersama-sama membangun dunia ini dan berkontribusi mengembangkan ilmu untuk menjadikan dunia ini lebih baik. 
Peradaban inilah yang menjadi jembatan peralihan dari ilmu filsafat yunani klasik yang abstrak menuju subjek yang lebih konkrit dengan penalaran observasi dan pendekatan empiris. Peradaban inilah yang mulai meraba-raba kaidah-kaidah metode penelitian ilmiah sampai akhirnya disempurnakan oleh para ilmuwan Eropa yang memegang tongkat estafet ketiga yang juga sempat jatuh-bangun karena pengaruh Gereja Katolik Roma yang melarang perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Dark Age. Sampai akhirnya lahirlah para "pahlawan baru" di Eropa yang kembali menggebrak dunia dengan pemahaman yang baru seperti Galileo Gelilei, Copernicus, Darwin, Newton, hingga Einstein.
Sekarang siapakah pemegang obor estafet berikutnya? Mungkin gak kita Bangsa Indonesia bakal ikut juga berkontribusi dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan? Jawaban dari pertanyaan itu semua balik lagi ke pundak kita semua, terutama pundak lo semua yang baca artikel ini.
Okay, sekian sharing gue tentang sejarah peradaban emas dunia Islam, moga-moga bermanfaat buat lo semua.